Kursi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) hingga saat ini masih dibiarkan kosong oleh Presiden Prabowo Subianto usai ditinggal Sudaryono yang dirotasi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan respons santai dan menyatakan siap mengikuti seluruh arahan Istana.
“Oh, belum ada ya? Oh iya. Apa pun keputusan Bapak Presiden, itu yang terbaik bagi kami di Kementerian Pertanian,” ujar Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Amran menegaskan bahwa Kementan menghormati penuh hak prerogatif Presiden Prabowo dalam menentukan susunan kabinet, termasuk mengenai perlu atau tidaknya menunjuk Wamentan baru dalam waktu dekat.
Rotasi Sudaryono ke Badan Gizi Nasional
Kosongnya posisi Wamentan bermula ketika Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono untuk memimpin BGN menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa penunjukan Sudaryono didasari oleh keterlibatannya sejak awal dalam merancang dan mematangkan konsep program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Prasetyo, tugas BGN sangat erat kaitannya dengan ekosistem yang ada di Kementerian Pertanian. Sebab, ketersediaan bahan baku serta pasokan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis pada dasarnya ditopang dan disokong langsung oleh Kementan.
Meski muncul desakan dari berbagai pihak—seperti asosiasi industri peternakan—agar posisi Wamentan segera diisi oleh profesional yang paham seluk-beluk sektor pertanian dan peternakan, pihak Istana mengisyaratkan belum terburu-buru mencari pengganti karena posisi tersebut baru saja ditinggalkan.



