Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia makin tak terbendung. Pasar saham Indonesia berhasil mencatatkan rekor penguatan berturut-turut selama 9 hari perdagangan terakhir, sekaligus membawa IHSG dengan nyaman kembali ke zona 6.300-an.
Berdasarkan data RTI Business pada Selasa (21/7/2026), IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan melesat tajam 1,74% ke level 6.340,02. Pergerakan positif ini sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi hari di posisi 6.273,57.
Rangkaian Kilas Balik Reli Hijau IHSG (9–21 Juli 2026)
Tren kebangkitan pasar modal ini dimulai sejak pertengahan Juli dan terus merambat naik tanpa henti:
-
Kamis (9/7): Menguat $0{,}67\%$ ke level 5.912,44
-
Jumat (10/7): Menguat $0{,}20\%$ ke level 5.924,36
-
Senin (13/7): Melonjak $1{,}92\%$ menembus level 6.037,84
-
Selasa (14/7): Menguat tipis $0{,}03\%$ ke level 6.039,52
-
Rabu (15/7): Menguat tipis $0{,}04\%$ ke level 6.041,97
-
Kamis (16/7): Melesat $1{,}10\%$ ke level 6.108,20
-
Jumat (17/7): Melesat $1{,}10\%$ ke level 6.175,53
-
Senin (20/7): Menguat $0{,}91\%$ ke level 6.231,78
-
Selasa (21/7): Meroket $1{,}74\%$ ke level 6.340,02
Secara akumulatif sepanjang sebulan terakhir, IHSG tercatat sudah membukukan kenaikan hingga 3,91%.
Perdagangan Ramai, Investor Asing Mulai Mengoleksi Saham
Perdagangan hari ini berlangsung sangat semarak dengan nilai transaksi menembus Rp21,50 triliun dan volume perdagangan mencapai 51,06 miliar saham. Kinerja saham-saham unggulan (blue chip) di indeks LQ45 turut melonjak $1{,}42\%$ ke level 636,637.
Rincian Pergerakan Saham:
-
Saham Menguat: 421 saham
-
Saham Melemah: 205 saham
-
Saham Stagnan: 169 saham
Kabar baiknya, investor asing tercatat mulai membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) harian sebesar Rp31,36 miliar. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir, akumulasi net buy asing bahkan telah menyentuh angka Rp972,21 miliar.
Meski aksi beli asing mulai terakselerasi dalam sepekan terakhir, secara year-to-date (ytd) sepanjang tahun 2026, akumulasi aliran dana asing masih mencatatkan posisi net foreign sell sebesar Rp75,61 triliun.