Sang juara dunia bertahan, Lando Norris, akhirnya buka suara terkait krisis yang melanda timnya. Ia mengakui bahwa McLaren saat ini tidak memiliki senjata yang cukup tangguh untuk memperebutkan podium, apalagi kemenangan, di fase awal musim Formula 1 2026.
Nasib sial menimpa McLaren di GP China. Meski Norris berhasil mengamankan posisi start keenam tepat di belakang rekan setimnya, Oscar Piastri, keduanya justru gagal memulai balapan (Did Not Start) akibat dua masalah elektronik berbeda pada mesin Mercedes mereka.
Akhir dari Rekor Sempurna
Insiden ini menjadi momen pahit bagi Norris; ini adalah pertama kalinya ia gagal melakukan start sepanjang karier F1-nya. Sementara itu, Piastri bahkan belum mencicipi satu putaran balapan pun di musim ini, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan saat menuju grid di Australia.
Kegagalan start ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Norris mempertahankan gelar juara dunia. Ia kini tertahan dengan hanya 15 poin setelah dua seri pembuka yang penuh drama.
“MCL40 Belum di Level yang Seharusnya”
Norris mengakui timnya masih tertatih-tatih memahami cara memaksimalkan power unit Mercedes terbaru, sekaligus berjuang meningkatkan performa mobil MCL40 mereka.
“Akhir pekan ini memberi kami banyak pelajaran, tapi sekaligus mempertegas bahwa kami harus bekerja lebih keras memahami power unit ini. Kami sadar mobil ini belum berada di level yang dibutuhkan untuk bertarung di depan,” ujar Norris kepada Crash.net.
Ia menambahkan bahwa timnya bersikap sangat realistis dengan posisi mereka saat ini. “Tim tahu di mana posisi kami sekarang. Mereka bekerja sangat keras, terutama saat ini, karena kami sudah tahu ke arah mana pengembangan harus dilakukan untuk kembali ke performa yang kami harapkan.”
Harapan di Balik Awan Hitam
Meski mengawali musim dengan tertatih, Norris menolak untuk menyerah. Ia yakin jeda setelah GP Jepang akan menjadi titik balik bagi tim asal Woking tersebut.
“Tentu saja saya yakin kami bisa berbalik arah. Setiap tahun berbeda, jadi tidak pernah ada jaminan, tapi saya punya kepercayaan besar pada tim ini,” tegas pembalap asal Inggris tersebut.
“Musim masih sangat panjang. Setelah Jepang, ada jeda kecil yang sangat berguna bagi kami untuk mencari solusi dan mempercepat pengembangan komponen baru. Walaupun ini bukan awal musim yang kami inginkan, saya yakin kami bisa kembali memperebutkan podium, dan mungkin kemenangan di akhir musim nanti. Awal yang berat, tapi saya tetap percaya.”