Lewis Hamilton akhirnya angkat bicara secara terbuka mengenai seberapa parah ketertinggalan top speed (kecepatan puncak) Ferrari di trek lurus jika dibandingkan dengan unit tenaga Mercedes yang saat ini merajai grid Formula 1. Tidak hanya itu, Juara Dunia tujuh kali ini juga membocorkan keresahan utama para pembalap jelang Grand Prix (GP) Inggris akhir pekan ini.
Dua pekan setelah sukses membawa Ferrari kembali ke podium puncak di Barcelona—kemenangan pertama tim Kuda Jingkrak dalam hampir dua tahun—balapan di GP Austria justru menjadi “tamparan keras” (reality check) bagi mereka. Hamilton hanya mampu finis kelima, sementara rekan setimnya, Charles Leclerc, terpuruk di posisi kedelapan meski sempat tampil apik saat kualifikasi.
Meski skuad Maranello telah memperkenalkan pembaruan mesin yang dipengaruhi sistem ADUO di Sirkuit Red Bull Ring, Hamilton menegaskan bahwa kelemahan utama Ferrari di trek lurus belum juga teratasi.
Defisit Waktu yang Mencengangkan: Hilang 0,4 Detik!
Jelang balapan di Silverstone, Hamilton secara gamblang menyebutkan angka pasti berapa banyak waktu yang terbuang oleh mobilnya saat dipacu lurus dibandingkan skuad Silver Arrows.
Meski begitu, ia tetap optimis dengan fondasi tim. “Secara fundamental, kami punya mobil yang hebat. Kami hanya perlu terus bekerja keras, memaksimalkan potensi, dan mencetak poin sebanyak mungkin sampai kami bisa menutup celah ketertinggalan tersebut.”
Grup Chat F1 Heboh: Ancaman Krisis Baterai
Ketika ditanya apakah ia merasa lebih percaya diri menghadapi Silverstone dibanding Austria, Hamilton menjawab realistis. Menurutnya, Silverstone didominasi oleh trek lurus panjang yang justru menjadi kelemahan mobilnya saat ini.
Lebih mengejutkan lagi, ia membocorkan bahwa para pembalap sedang dilanda kepanikan dan mengeluhkan sistem manajemen energi (power deployment) di grup obrolan internal mereka.
“Ini adalah akhir pekan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal penyaluran tenaga. Semua pembalap mengeluh di grup obrolan tentang betapa buruknya tenaga mobil di lintasan ini nanti,” beber Hamilton.
“Kami akan kehabisan tenaga baterai karena hanya ada sedikit tikungan untuk mengisi daya mesin. Akibatnya, sistem K (KERS) akan dimatikan di sebagian besar putaran. Di situlah kami akan sangat kesulitan, dan defisit waktunya bisa menjadi dua kali lipat.”
Hilangnya Magis Tikungan Ikonik Maggots-Becketts
Kombinasi tikungan Maggots-Becketts-Chapel selama ini diakui sebagai salah satu area paling menantang dan magis di seluruh kalender F1. Namun, Hamilton memperingatkan bahwa sensasi berkendara di era generasi mobil terbaru ini akan berubah total dan kehilangan magisnya.
“Biasanya, mesin akan menjerit kencang saat Anda masuk ke Copse, dan Anda harus bertahan mati-matian melewatinya dengan kecepatan penuh (flat out). Namun tahun ini, mesin justru akan melambat (coasting),” jelasnya.
“Bagian terbaik dari trek ini sejatinya ada di Maggots, Becketts, Copse, dan Stowe. Sayangnya, justru di titik-titik itulah dorongan tenaga mesin akan sangat anjlok. Saya sangat berharap mereka (regulator) bisa memperbaiki masalah ini untuk tahun depan,” pungkas Hamilton.