JAKARTA – Aryna Sabalenka menunjukkan performa dominan dengan menyingkirkan Wang Xinyu hanya dalam 54 menit di Cincinnati Open 2026.
Petenis nomor satu dunia itu menang 6-1, 6-3 tanpa sekalipun menghadapi break point sepanjang pertandingan.
Sabalenka juga hanya kehilangan enam poin dari delapan gim servis serta mencatat 17 winner dan lima unforced error.
Hasil tersebut menjadi kemenangan termudah Sabalenka dalam beberapa waktu setelah tersingkir di Wimbledon dan mengalami kekalahan awal di Kanada.
“Meraih kemenangan ini dalam waktu kurang dari satu jam adalah hasil yang luar biasa dan saya sangat senang bisa lolos,” kata Sabalenka seperti dikutip dari BBC, Rabu (19/8/2026).
“Saya merasa benar-benar percaya kepada diri sendiri dan berani melepaskan pukulan tanpa terlalu banyak berpikir,” ujarnya.
“Itulah senjata utama saya dalam pertandingan malam ini,” sambungnya.
Sabalenka kini melanjutkan perjuangan mempertahankan status sebagai salah satu favorit utama menuju US Open yang dimulai 30 Agustus.
Ia juga sedang berupaya menjaga posisi puncak peringkat dunia dari tekanan Elena Rybakina yang terus membayangi.
Sebelum Cincinnati, Sabalenka hanya unggul 354 poin atas Rybakina dalam persaingan menuju posisi nomor satu dunia.
Rybakina harus mencapai final untuk membuka peluang mengambil alih posisi tersebut dari Sabalenka.
Jika Sabalenka mampu mencapai perempat final, Rybakina wajib menjuarai Cincinnati untuk merebut takhta peringkat dunia.
Pada babak berikutnya, Sabalenka akan menghadapi petenis Republik Ceko Sara Bejlek untuk memperebutkan tiket ke delapan besar.
Di sektor putra, kejutan besar terjadi ketika unggulan keempat Daniil Medvedev gagal mempertahankan keunggulannya atas Brandon Nakashima.
Medvedev sempat bangkit setelah tertinggal 2-5 pada set pertama dan akhirnya merebutnya melalui tie-break.
Namun, situasi berubah drastis ketika Medvedev memperoleh tiga match point saat Nakashima melakukan servis pada kedudukan 5-4 di set kedua.
Nakashima mampu menyelamatkan seluruh peluang tersebut sebelum memaksakan tie-break dan memenangkan set kedua dengan skor 7-6.
Momentum kemudian sepenuhnya berpindah kepada petenis Amerika Serikat itu yang melesat pada set penentuan dengan kemenangan 6-1.
Nakashima akhirnya menutup pertandingan 6-7(3-7), 7-6(7-4), 6-1 sekaligus mencatat kemenangan pertamanya atas Medvedev dalam empat pertemuan.
Kemenangan itu semakin mengilapkan performa Nakashima yang sebelumnya mencapai semifinal Washington dan final Masters 1000 di Montreal.
“Saat menghadapi match point, saya hanya berusaha mengatakan kepada diri sendiri untuk terus berjuang merebut setiap poin,” kata Nakashima.
“Saya sangat senang dengan level permainan yang saya tampilkan pada set ketiga,” tambahnya.
Kekalahan tersebut membuat Medvedev frustrasi hingga melampiaskan emosinya dengan membanting raket ke papan elektronik di belakang lapangan.
Raketnya sempat merusak bagian papan tersebut sebelum Medvedev menendang layar dan menjatuhkan sejumlah mikrofon.
Medvedev juga menutup laga dengan 51 unforced error yang menggambarkan kesulitan besar dalam menjaga konsistensi permainan.
Sebaliknya, Nakashima mampu mempertahankan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase paling menentukan.
Cincinnati Open 2026 berlangsung pada 8-23 Agustus dan menjadi salah satu ajang penting menjelang US Open.***




