JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak masyarakat Madura di ibu kota, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) se-DKI Jakarta, untuk terus berperan menjaga kondusivitas kota.
“Saya mengharapkan IKAMA terlibat secara langsung untuk selalu menjaga Jakarta. Selalu ada rumor, isu, dan sebagainya, tapi saya yakin soliditas masyarakat Jakarta ini luar biasa,” kata Pramono saat menghadiri pelantikan pengurus DPW dan DPC IKAMA se-DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu (19/8/2026), dilansir Antara.
Pramono menekankan falsafah Madura “Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato” yang mengajarkan penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemimpin dapat menjadi fondasi hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah.
“Falsafah kepatuhan dan penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemerintah daerah ini menjadikan IKAMA sebagai mitra strategis dalam merawat kerukunan, memperkuat toleransi, serta menjaga stabilitas sosial di Jakarta,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Madura terhadap perekonomian Jakarta. Pada triwulan II 2026, ekonomi ibu kota tumbuh 5,52 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, dengan sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar sebesar 18,24 persen.
Ketua Umum DPP IKAMA Muhammad Rawi menegaskan komitmen organisasi untuk bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta melalui penguatan UMKM, ketertiban lingkungan, kegiatan sosial, dan keamanan.
“50 tahun yang lalu, kami berdiri untuk mengabdi sekaligus melakukan aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. Insya Allah, ke depan, kami akan sinergi dengan ormas yang lain untuk membangun Jakarta,” tutur Rawi.




