JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak memiliki niat mengganggu negara lain. Namun, di balik sikap cinta damai tersebut, Indonesia tidak akan membiarkan rakyat, wilayah, maupun kekayaan nasionalnya diganggu.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya pada peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta.
Prabowo mengatakan Indonesia selama ini menghormati bangsa, negara, dan kekuatan lain. Sikap tersebut, kata dia, sejalan dengan keinginan Indonesia untuk menjaga perdamaian.
“Berkali-kali pemimpin-pemimpin bangsa kita dari sejak kita lahir, dan saya tegaskan lagi sekarang, kita cinta damai. Kita tidak mau mengganggu siapapun,” ujar Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan sikap damai bukan berarti Indonesia tidak memiliki ketegasan dalam menjaga kepentingan nasional.
“Kita hormati semua bangsa, semua negara, semua kekuatan. Tetapi kita tidak mau diganggu,” katanya.
Menurut Prabowo, pembangunan kekuatan TNI memiliki tujuan utama untuk melindungi rakyat serta menjaga wilayah Indonesia. Kekuatan pertahanan juga dibutuhkan untuk memastikan kekayaan nasional tetap dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.
“Kita ingin selalu menjaga rakyat kita. Kita ingin selalu menjaga wilayah kita. Kita ingin selalu menjaga kekayaan kita,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan tujuan tersebut berkaitan langsung dengan cita-cita meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk menghapus kemiskinan dan kelaparan.
“Demi kesejahteraan rakyat kita, demi kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan dari bumi Indonesia, demi masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” katanya.
Prabowo mengatakan pembangunan TNI pada akhirnya diarahkan untuk kepentingan pertahanan. TNI dibutuhkan untuk menjaga Indonesia dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman.
“Kita membangun TNI adalah untuk itu. Untuk membela diri, untuk menjaga rakyat kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan besarnya tanggung jawab TNI dalam menjaga Indonesia. Menurutnya, luas wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, wilayah laut yang luas, perbatasan panjang, serta berbagai objek strategis membuat tugas prajurit tidak ringan.
“Bangsa kita, negara kita adalah negara yang sangat besar. Wilayah kita luas. Kita memiliki ribuan pulau, wilayah laut yang sangat luas, perbatasan yang panjang, serta berbagai objek strategis yang harus kita jaga,” terangnya.
Ia kemudian menggambarkan besarnya beban tersebut dengan membandingkan Indonesia dengan kawasan Eropa.
“Saya katakan tadi, Benua Eropa luasnya adalah seperti Indonesia. Di Eropa terdiri dari 30 negara lebih. Mereka punya 30 angkatan perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu. Tugas saudara berat,” Tutupnya