Pemerintah Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 sebagai panduan ringkas bagi masyarakat untuk memahami berbagai program bantuan sosial dan penerima manfaatnya.
Dokumen ini disusun untuk mendukung target pemerintah menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, hingga mendekati 0 persen melalui integrasi program dukungan kesejahteraan sepanjang siklus hidup warga, dari masa kandungan hingga lanjut usia.
Apa Itu Buku Saku 0%?
Buku Saku 0% merupakan buku saku setebal sekitar 82 halaman yang memuat data dan penjelasan komprehensif tentang berbagai program dukungan kesejahteraan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo.
Di dalamnya tercantum setidaknya 17 program utama, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi, yang dirancang agar bantuan pemerintah lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran kepada kelompok miskin dan rentan.
Peluncuran Buku Saku 0% digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu 8 April 2026, dipimpin oleh Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari dan Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo menjelaskan, buku ini merupakan instrumen komunikasi publik yang dirancang agar informasi kebijakan dan program bantuan dari Presiden Prabowo disampaikan secara ringkas, lugas, dan mudah dipahami masyarakat luas.
Panduan Hak dan Cara Akses Bantuan
Melalui Buku Saku 0%, pemerintah ingin menjawab dua pertanyaan mendasar: dukungan apa saja yang sebenarnya diterima rakyat dari negara, dan bagaimana cara mengaksesnya.
Buku ini merangkum berbagai skema bantuan lintas sektor dalam satu sistem terpadu sehingga warga, pemerintah daerah, maupun petugas lapangan bisa memahami dengan cepat jenis program, kriteria penerima, serta prosedur untuk mendapatkan dukungan tersebut.
Berbasis Data Tunggal, Targetkan 0% Kemiskinan
Salah satu aspek kunci yang ditegaskan pemerintah adalah penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan meminimalkan salah sasaran (inclusion dan exclusion error).
Dengan pendekatan berbasis data dan integrasi program, pemerintah optimistis bisa menurunkan angka kemiskinan sekaligus mencegah kelompok rentan jatuh kembali ke bawah, sejalan dengan visi “0% kemiskinan” yang menjadi ruh dari penyusunan buku saku ini.
Memudahkan Sosialisasi di Lapangan
Buku saku ini juga diproyeksikan menjadi alat bantu penting bagi kementerian/lembaga dan aparatur di lapangan, termasuk aparat kepolisian yang dibekali Buku Saku 0% Kemiskinan untuk membantu sosialisasi program pengentasan kemiskinan kepada masyarakat.
Dengan format saku yang ringkas, pemerintah berharap setiap petugas dapat menjelaskan program dukungan kesejahteraan secara konsisten, mengarahkan warga ke kanal pengaduan atau pendaftaran yang tepat, dan memastikan mereka yang berhak tidak tertinggal dari jangkauan bantuan negara.
Cara Mengakses dan Download Buku Saku 0%
Pemerintah menyampaikan bahwa Buku Saku 0% tersedia dalam bentuk digital agar mudah dibagikan dan diakses ulang oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan di daerah. Berikut adalah link untuk download Buku Saku 0%:
