JAKARTA – Jalan kaki bukan hanya menyehatkan jantung dan memperbaiki suasana hati, tetapi juga terbukti dapat memperpanjang usia harapan hidup.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa kebiasaan berjalan kaki secara rutin mampu menambah umum hingga 11 tahun.
Ahli kardiologi preventif, dr. Adedapo Iluyomade, menekankan pentingnya aktivitas sederhana ini. “Bagi mereka yang paling tidak aktif, menambahkan satu jam jalan kaki per hari bisa memberikan peningkatan signifikan terhadap umur panjang,” ujarnya, dikutip dari Prevention.
Analisis terhadap data National Health and Nutritional Examination Survey (NHANES) menunjukkan kelompok paling aktif, yang rata-rata berjalan 160 menit per hari dengan kecepatan sedang hingga cepat, memiliki angka harapan hidup tertinggi. Usia harapan hidup mereka meningkat dari 78,6 tahun menjadi sekitar 84 tahun, atau bertambah lebih dari lima tahun. Sebaliknya, kelompok paling tidak aktif berisiko kehilangan enam tahun usia harapan hidup, namun bisa memperpanjang hingga 11 tahun jika menambah durasi jalan kaki sekitar 111 menit per hari.
Iluyomade menegaskan jalan kaki adalah aktivitas fisik paling mudah diakses dengan manfaat luas, mulai dari menurunkan tekanan darah, menjaga berat badan, hingga mendukung kesehatan mental. Dokter penyakit dalam, dr. Alisha Goodrum, menambahkan gaya hidup aktif jauh lebih penting dibandingkan pola hidup sedentari. “Jalan kaki adalah aktivitas tanpa biaya yang bisa dilakukan siapa saja dan bermanfaat bagi semua orang,” katanya.
Keduanya menekankan konsistensi sebagai kunci. Perubahan kecil seperti memarkir kendaraan lebih jauh, memilih tangga daripada lift, atau membagi sesi jalan kaki dalam sehari dapat memberi dampak besar. “Mulailah dari lima menit, lalu tingkatkan perlahan. Yang terpenting adalah konsistensi,” tutur Iluyomade.