JAKARTA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penangkapan Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dijadwalkan tiba di Tanah Air, Minggu (24/5/2026) sore.
Pemulangan akan berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 15.30 WIB dengan pendampingan Kementerian Luar Negeri RI.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengonfirmasi kepulangan tersebut. “Minggu sore sampai Jakarta,” ujarnya kepada wartawan. Para WNI diketahui terbang dari Istanbul, Turki, pada Sabtu (23/5) malam menggunakan maskapai Emirates, transit di Dubai, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta.
Penangkapan sembilan WNI terjadi saat pasukan Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5). Sejumlah relawan ditahan, termasuk WNI, dan baru dibebaskan pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka kemudian diterbangkan ke Turki dengan pesawat sewaan otoritas setempat.
Beberapa relawan melaporkan mendapat perlakuan tidak manusiawi, bahkan mengalami kekerasan fisik seperti dipukul dan disetrum.
Daftar 9 WNI korban penangkapan Israel:
- Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) – Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (SMART 171) – Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (iNews/GPCI) – Kapal Ozgurluk