JAKARTA – Upaya evakuasi di Stasiun Bekasi Timur akhirnya berhasil melepaskan lokomotif kareta jarak jauh yang sempat tersangkut di gerbong belakang KRL.
Pada Selasa (20/4/2026) pukul 08..18 WIB, petugas Basarnas telihat menarik lokomotif yang sebelumnya “tertancap” di rangkaian KRL.
Setelah proses panjang, lokomotif dan gerbong KRL kini sudah terpisah. Situasi di sekitar lokasi evakuasi tetap dijaga steril. Bagian atas lokomotif tampak penyok, sementara serpihan puing KRL masih terlihat menempel di atap lokomotif.
Dalam insiden kecelakaan tersebut, tujuh penumpang dilaporkan meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka. “Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang,” ungkap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.
Bobby menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup lama. “Evakuasi ini terus terang cukup lama selama kurang 8 jam dan kita lakukan hati-hati sekali,” tuturnya.