BEKASI – Insiden di kawasan Stasiun Bekasi Timur meninggalkan duka mendalam, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB.
Para korban yang meninggal telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Perusahaan menegaskan bahwa penanganan terhadap seluruh korban menjadi prioritas utama sejak awal kejadian, dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kondisi masing-masing penumpang.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati, terutama bagi korban yang membutuhkan penanganan khusus di lokasi kejadian.
Selain 14 korban meninggal dunia, tercatat 84 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi bersama KAI.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak, termasuk tim medis, Basarnas, KAI, dan instansi terkait lainnya. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga terus memantau dan memastikan proses penanganan berjalan intensif, dengan pembaruan informasi yang disampaikan secara berkala kepada publik.
Di sisi lain, KAI juga membuka posko tanggap darurat dan layanan informasi di Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Hingga saat ini, operasional stasiun tersebut masih dibatasi, sementara perjalanan KRL dialihkan hanya sampai Stasiun Bekasi dengan pengaturan tertentu. (MK)