BEKASI – Pemerintah pusat bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh, sekaligus menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang yang dinilai tidak terjaga dengan baik dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kita segera akan mengadakan investigasi mengenai kejadian ini. Secara garis besar, kita melihat bahwa lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga dengan baik.” katanya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga meninjau langsung penanganan korban di rumah sakit.
Korban Ditangani, Pemerintah Siapkan Kompensasi
Prabowo memastikan sebagian korban telah mendapatkan perawatan medis, sementara sisanya masih dalam proses pemulihan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sebagian korban sudah pulang, kalau tidak salah masih sekitar total 60 orang. Sekitar 54 orang, dan hampir semuanya sudah ditangani dengan baik. Sebagian sudah dipulangkan, sebagian masih dalam perawatan. Pokoknya semuanya sudah diurus, dan nantinya akan ada kompensasi.”
Pemerintah menegaskan seluruh korban akan mendapat penanganan hingga tuntas, termasuk dukungan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Fokus Pemerintah: Audit Menyeluruh Perlintasan Sebidang
Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo memerintahkan dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh perlintasan sebidang di Pulau Jawa. Evaluasi itu mencakup sistem penjagaan, kondisi infrastruktur, hingga percepatan pembangunan flyover di titik-titik rawan kecelakaan.
Pemerintah menilai keselamatan transportasi kereta api menjadi prioritas utama, terutama di wilayah padat seperti Bekasi dan sekitarnya yang memiliki mobilitas tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung usulan Pemerintah Kota Bekasi terkait pembangunan flyover di kawasan padat lintasan kereta.
“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan pembangunan flyover karena wilayah Bekasi sangat padat, dan kebutuhan akan jalur kereta api sangat penting serta mendesak. Saya sudah menyetujui agar segera dibangun flyover tersebut melalui bantuan presiden.”
1.800 Titik Perlintasan Jadi Sorotan
Prabowo mengungkapkan bahwa di Pulau Jawa masih terdapat sekitar 1.800 perlintasan sebidang yang sebagian besar merupakan peninggalan lama dan belum ditingkatkan secara modern. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor tingginya risiko kecelakaan.
“Di Jawa terdapat sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini. Banyak di antaranya merupakan peninggalan sejak zaman Belanda, sudah puluhan tahun tidak diperbarui. Sekarang saatnya kita menyelesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan agar seluruh lintasan tersebut segera diperbaiki, baik dengan penempatan pos jaga maupun pembangunan flyover. Pelaksanaannya nanti akan kita tunjuk.”
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran besar untuk program peningkatan keselamatan tersebut.
“Perkiraan biaya sekitar hampir 4 triliun rupiah. Ini demi keselamatan, karena kereta api sangat penting dan sangat dibutuhkan, sehingga harus kita prioritaskan. Saatnya sekarang, setelah puluhan tahun tidak dilakukan perbaikan menyeluruh, kita mulai melaksanakannya.” tutupnya