JAKARTA β Manchester City bergerak cepat mencari pengganti Rodri dengan menjadikan gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi, sebagai salah satu target utama.
Manchester City dilaporkan sudah memasuki tahap negosiasi lanjutan dengan Lille untuk mendatangkan Ayyoub Bouaddi pada bursa transfer musim panas 2026.
Klub Inggris itu disebut ingin merampungkan kesepakatan dalam waktu dekat seiring semakin dekatnya kepindahan Rodri ke Barcelona.
Lille memasang valuasi sekitar 100 juta euro atau setara Β£85,6 juta (sekitar Rp1,87 triliun) untuk pemain berusia 18 tahun tersebut.
Bouaddi menjadi sorotan setelah tampil mengesankan bersama Maroko pada Piala Dunia musim panas ini dengan selalu menjadi starter dalam lima pertandingan hingga negaranya mencapai perempat final.
Mengutil laporan BBC, Senin, performa internasional tersebut melanjutkan reputasinya yang lebih dulu mencuat setelah membantu Lille mengalahkan Real Madrid di Liga Champions pada 2024.
Secara karakter permainan, Bouaddi dikenal sebagai gelandang yang mampu mengatur tempo dari area lebih dalam sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah.
Kehadirannya berpotensi melengkapi Elliot Anderson yang memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang box-to-box maupun gelandang bertahan.
Bouaddi menembus tim utama Lille sejak Oktober 2023 ketika usianya baru 16 tahun dan sejak itu telah mencatat 88 penampilan untuk klub Prancis tersebut.
Ia juga ikut membantu Lille mengakhiri kompetisi Ligue 1 musim lalu di posisi ketiga.
Manchester City membutuhkan regenerasi di lini tengah setelah Rodri berada di ambang kepindahan menuju Barcelona dengan nilai sekitar Β£65 juta atau sekitar Rp1,42 triliun.
Rodri dijadwalkan menandatangani kontrak selama empat tahun bersama Barcelona setelah menjalani tujuh musim penuh prestasi di Etihad Stadium.
Pemain asal Spanyol itu bergabung dengan City dari Atletico Madrid pada 2019 dengan biaya transfer sekitar Β£62,8 juta atau sekitar Rp1,38 triliun.
Selama memperkuat City, Rodri mencatat 298 pertandingan dan menjadi salah satu pemain paling penting dalam periode kesuksesan klub tersebut.
Gelandang berusia 30 tahun itu juga memenangkan Ballon dβOr 2024 setelah tampil luar biasa di level klub maupun tim nasional.
Cedera lutut serius sempat membatasi kiprahnya pada musim 2024-2025, sedangkan masalah hamstring turut mengganggu konsistensinya pada musim berikutnya.
Namun, Rodri kembali menunjukkan performa terbaik bersama Spanyol pada Piala Dunia musim panas ini dan menjadi bagian penting keberhasilan negaranya meraih gelar dunia kedua.
Situasi tersebut membuat Manchester City harus segera menata kembali lini tengah sebelum musim kompetisi baru berjalan lebih jauh.
Manajer City, Enzo Maresca, sebelumnya menegaskan klub masih aktif mencari tambahan pemain setelah kekalahan 0-3 dari Arsenal pada Community Shield.
Maresca juga tidak ingin aktivitas transfer klub ditentukan oleh hasil satu pertandingan karena rencana perombakan skuad telah disusun sebelumnya.
Bouaddi bukan satu-satunya nama yang masuk radar Manchester City karena klub tersebut juga masih dikaitkan dengan gelandang Chelsea, Enzo Fernandez.
Ketertarikan terhadap Fernandez bahkan disebut tetap kuat meskipun City sedang mengejar Bouaddi sebagai investasi jangka panjang.
Perbedaan usia dan pengalaman membuat kedua pemain menawarkan profil yang berbeda bagi City dalam menghadapi musim 2026-2027.
Bouaddi menawarkan potensi besar untuk dikembangkan, sedangkan Fernandez memiliki pengalaman Premier League yang lebih matang dan dapat memberikan dampak lebih cepat.
Manchester City kini menghadapi keputusan penting apakah akan menjadikan Bouaddi sebagai penerus utama Rodri atau tetap mendatangkan gelandang berpengalaman sebagai pelapis sekaligus penyeimbang skuad.
Jika transfer Bouaddi senilai sekitar Rp1,87 triliun terealisasi, langkah tersebut akan menjadi salah satu investasi terbesar City untuk pemain muda sekaligus menegaskan keseriusan klub membangun kembali lini tengah.***



