Juara dunia empat kali, Max Verstappen, melontarkan kritik keras terhadap keputusan Formula 1 yang akan menggelar parade pembalap menggunakan mobil mini Lego menjelang GP Inggris hari Minggu. Pembalap asal Belanda ini menilai ide tersebut kekanak-kanakan dan berisiko membuat para pembalap F1 terlihat seperti “anak kecil dan badut”.
Jika biasanya para pembalap menyapa penggemar di atas truk flatbed terbuka sambil melakukan wawancara TV, di Sirkuit Silverstone setiap pembalap diwajibkan mengendarai mobil mini yang terbuat dari 28.000 balok Lego.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan parade serupa di GP Miami tahun lalu—yang sempat diwarnai aksi kocak sekaligus kacau saat para pembalap saling tabrak meski kecepatan mobil dibatasi hanya 25 km/jam.
Pro dan Kontra di Skuad Pembalap
Ide unik ini memicu belahan opini di dalam paddock. Juara dunia bertahan, Lando Norris (McLaren), bersama beberapa pembalap muda lainnya mengaku sangat antusias menyambut parade ini.
Duo pembalap papan atas, Max Verstappen dan Lewis Hamilton, berdiri di barisan depan yang menolak keras format tersebut.
Hamilton sempat mengancam mogok ikutan akibat perselisihan hak sponsor di balik layar dan tuntutan komitmen media yang berlebihan. Namun, juara dunia tujuh kali itu akhirnya melunak dan dipastikan tetap berpartisipasi.
Berbicara kepada lembaga penyiaran Belanda, Viaplay, Verstappen menegaskan bahwa gimik hiburan seperti ini bukanlah hal yang dibutuhkan oleh ajang balap jet darat sekelas Formula 1.
“Pada akhirnya, kami ini adalah pembalap Formula 1. Saya pikir kami tidak seharusnya terlihat seperti anak kecil dan badut yang mencoba saling menabrakkan diri satu sama lain. Ini bukan apa yang F1 butuhkan, tapi ya sudahlah,” kata Verstappen.
Janji Verstappen: Hanya Melaju dan Melambaikan Tangan
Parade mobil Lego yang kontroversial ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu pukul 13:30 waktu setempat, tepat 90 menit sebelum lampu hijau balapan utama GP Inggris menyala pada pukul 15:00.
Menghadapi potensi kekacauan dan aksi saling tabrak dari pembalap lain seperti yang terjadi di Miami, Verstappen menegaskan dirinya tidak akan sudi ikut-ikutan dalam drama tersebut.
“Saya hanya akan menyelesaikan lap saya dan melambaikan tangan kepada para penggemar, karena mereka layak melihat kami. Namun tentu saja, dari sudut pandang saya pribadi, saya ingin melihat konsep parade ini dikemas dengan cara yang berbeda,” tutup pembalap Red Bull tersebut.