Sinyal bahaya bagi para rival Formula 1. Juara dunia bertahan, Max Verstappen, mengaku sangat antusias dan penasaran untuk melihat seberapa besar lonjakan performa yang bisa dihasilkan dari paket upgrade besar-besaran jet darat Red Bull Racing di GP Austria akhir pekan ini.
Setelah awal musim 2026 yang penuh lika-liku, balapan kandang di Red Bull Ring akan menjadi panggung bagi tim berlogo banteng merah ini untuk melepas paket pembaruan terbesar mereka sejak GP Miami.
Performa sasis RB22 perlahan memang mulai merangkak naik. Usai finis ketiga di Kanada dan keempat di Barcelona—serta sempat gagal finis di Monako—Red Bull kini menjadwalkan debut beberapa komponen baru demi memangkas jarak dengan barisan depan sebelum jeda musim panas Agustus nanti.
Verstappen: Kunci Utama Ada pada Keseimbangan Mobil
Bagi Verstappen, menaklukkan sirkuit milik timnya sendiri selalu menghadirkan motivasi berlipat ganda sekaligus tantangan teknis yang rumit.
Menurut pembalap asal Belanda ini, sirkuit Austria menuntut performa mobil yang sempurna di kecepatan tinggi maupun rendah, traksi yang mumpuni, serta efisiensi energi yang matang. “Kami membawa paket baru, jadi sangat menarik untuk melihat seberapa banyak waktu putaran (lap time) yang bisa kami pangkas,” tambahnya.
Rekan setimnya, Isack Hadjar, juga mengamini hal tersebut dan berharap pembaruan ini bisa membawa mereka kembali ke peta persaingan podium utama di depan pendukung sendiri.
Bos Tim Realistis: “Tidak Ada Peluru Ajaib”
Meskipun komponen baru siap diluncurkan, Team Principal Red Bull, Laurent Mekies, justru memilih untuk meredam ekspektasi publik setelah mendapatkan reality check yang pahit di Barcelona.
Mekies menegaskan tidak ada “peluru ajaib” atau solusi instan yang bisa langsung mengubah nasib tim secara drastis dalam satu malam.
“Tidak diragukan lagi bahwa paket Austria saja tidak akan cukup. Kita tahu bahwa masih ada langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan,” urai Mekies. Target utamanya adalah terus memperkecil margin waktu secara konsisten agar tidak lagi tertinggal sekian persepuluh detik di belakang rival.
Masalah Red Bull saat ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari unit daya (Power Unit), sasis, hingga pencarian traksi di tikungan kecepatan sedang dan tinggi.
Saat ditanya oleh awak media mengenai rumor rencana Red Bull untuk memangkas bobot sasis RB22 agar bisa melesat lebih ringan di lintasan menanjak Austria, Mekies menjawabnya dengan sebuah gurauan.


