JAKARTA – Turnamen Miami Open 2026 menjadi panggung krusial bagi petenis Indonesia Janice Tjen yang berpeluang menghadapi ujian berat sejak awal kompetisi.
Berdasarkan hasil undian WTA 1000 yang berlangsung di Florida, Amerika Serikat pada 17–29 Maret 2026, Janice berpotensi bertemu unggulan ketiga dunia Elena Rybakina di babak kedua.
Skenario tersebut hanya bisa terjadi apabila Janice sukses melewati rintangan pertamanya di babak pembuka.
Pada pertandingan awal, petenis kelahiran Jakarta yang kini bertengger di peringkat 40 dunia itu akan berhadapan dengan Yulia Putintseva dari Kazakhstan yang menempati posisi ke-75 WTA.
Putintseva bukan lawan sembarangan karena memiliki rekam jejak kompetitif dalam beberapa musim terakhir.
Pada 2024, ia mengoleksi gelar WTA Tour ketiganya di ajang WTA 125 Birmingham serta mencatatkan penampilan impresif dengan menembus perempat final di Hobart dan Ningbo.
Di level Grand Slam, Putintseva juga mencuri perhatian setelah melangkah ke babak 16 besar Wimbledon usai menyingkirkan Iga Swiatek di ronde ketiga.
Memasuki 2025, karier Putintseva semakin menanjak setelah untuk pertama kalinya menembus peringkat 20 besar dunia tepat setelah ulang tahunnya yang ke-30.
Ia bahkan mencatatkan peringkat tertinggi dalam kariernya di posisi ke-20 dunia pada 27 Januari 2025 menurut data resmi WTA.
Namun pada Indian Wells 2026, langkah Putintseva terhenti di babak kedua setelah dikalahkan Clara Tauson.
Di sisi lain, Janice juga belum menemukan performa terbaiknya di turnamen yang sama karena harus tersingkir di babak pertama saat menghadapi Jaqueline Cristian.
Meski demikian, performa Janice di sektor ganda memberikan catatan positif setelah ia mampu melangkah hingga babak 16 besar bersama pasangan asal Taiwan Chan Hao-ching.
Performa konsisten di berbagai turnamen membuat Janice sempat menembus peringkat terbaik dalam kariernya di posisi 36 dunia pada Februari 2026.
Capaian tersebut diraih setelah rangkaian turnamen Timur Tengah, termasuk penampilan solidnya di Dubai Duty Free Tennis Championships dengan mencapai babak 16 besar.
Sebelumnya di Doha, langkah Janice terhenti pada babak kedua Qatar Total Energies Open setelah menghadapi unggulan teratas Iga Swiatek.
Miami Open 2026 menjadi turnamen WTA 1000 keempat bagi Janice setelah menjalani musim penuh terobosan sepanjang 2025.
Pada musim tersebut, ia mencetak sejarah dengan menembus final WTA Tour pertamanya di Sao Paulo meski harus puas sebagai runner-up.
Tak lama berselang, Janice meraih gelar WTA pertamanya di Chennai setelah mengalahkan Birrell di partai puncak.
Prestasi itu membuatnya tercatat sebagai petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA sejak Angelique Widjaja pada 2002.
Lonjakan performa luar biasa sepanjang 2025 membuat peringkatnya meroket drastis dari posisi 411 dunia hingga menembus 53 besar.
Tidak hanya di sektor tunggal, Janice juga menunjukkan kapasitasnya di nomor ganda dengan meraih dua gelar WTA 250 di Guangzhou bersama Katarzyna Piter serta di Chennai bersama Aldila Sutjiadi.
Memasuki musim 2026, ia langsung membuka tahun dengan gelar juara ganda di Hobart International bersama Piter.
Kini, Miami Open menjadi ujian berikutnya bagi Janice untuk membuktikan konsistensi sekaligus membuka peluang menciptakan kejutan besar di level elite dunia.***