ACEH โ Dugaan pencurian baut pada jembatan Bailey darurat di Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, memicu kemarahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang dibangun untuk memulihkan akses transportasi pascabanjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan kegeramannya terhadap aksi oknum tidak bertanggung jawab yang diduga memanfaatkan situasi bencana demi keuntungan pribadi.
โOrang tidak bertanggung jawab, masa keadaan seperti ini cari kesempatan jual besi buruk. Kan kurang ajar itu namanya,โ kata Mualem kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (30/12).
Ia mengimbau pelaku agar segera menyadari kesalahannya dan menghentikan perbuatan tersebut. Menurutnya, jembatan Bailey dibangun untuk kepentingan masyarakat yang masih berjuang pulih dari dampak bencana.
โKita imbau supaya sadarlah. Kalau dibangun infrastruktur itu untuk kepentingan masyarakat kita juga. Kalau jembatan ambruk, bagaimana pasokan sembako,โ ujar Mualem.
Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap dugaan sabotase tersebut dalam konferensi pers di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12). Ia menilai pembongkaran baut jembatan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap upaya pemulihan bersama di tengah kondisi darurat.
โDalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha menyabotase jembatan Bailey kita,โ kata Maruli.
Ia menambahkan bahwa kejadian pembongkaran baut jembatan tersebut sempat terekam dan diketahui beberapa hari sebelumnya.
Jembatan Bailey di Gampong Teupin Mane merupakan salah satu akses utama penghubung Kabupaten Bireuen dengan Bener Meriah dan Aceh Tengah yang sempat terisolasi akibat bencana hidrometeorologi. Infrastruktur darurat ini sangat krusial untuk distribusi sembako, bantuan kemanusiaan, serta mobilitas warga.
Pihak TNI Angkatan Darat telah memasang kembali baut yang hilang sehingga jembatan dinyatakan aman untuk dilalui. Pemerintah daerah bersama TNI terus berkoordinasi untuk menjaga keamanan infrastruktur vital guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.