Tepat 12 bulan lalu, Francesco Bagnaia mengukir kenangan manis di Sirkuit Motegi lewat sapu bersih kemenangan Sprint dan Grand Prix—satu-satunya pencapaian ganda sempurna yang ia raih musim itu. Namun, nasib sang pembalap Ducati berubah drastis pada balapan Sprint GP Jepang 2026.
Pembalap asal Italia yang telah dipastikan berlabuh ke Aprilia Racing musim depan tersebut tampil kesulitan sejak sesi kualifikasi. Setelah gagal menembus posisi Q2, Bagnaia terpaksa menyelesaikannya lebih awal lantaran memilih menghentikan motor (retire) di penghujung balapan 12 putaran itu.
Nasib Bagnaia berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan merebut podium utama Sprint di depan rival sengitnya, Jorge Martin (serta Diogo Moreira usai revisi posisi pascaballapan).
Celah Kualifikasi dan Hantaman Getaran Ban Belakang
Meski berakhir pahit, Bagnaia menilai ada sedikit kemajuan pada setelan motornya jika dibandingkan dengan sesi latihan hari Jumat.
“Kami melakukan sedikit peningkatan pagi ini dan saya bisa tampil sedikit lebih cepat, namun masalah utamanya tetap pada daya cengkeram (rear grip) ban belakang,” ujar Bagnaia.
“Saya sudah memberikan performa maksimal saat kualifikasi dan berharap bisa masuk Q2, namun saya melebar di tikungan terakhir dan kehilangan kesempatan itu.”
Sempat Intip Posisi 9 Sebelum Memilih Retire
Memulai balapan dari petak ke-13, Bagnaia sempat memanfaatkan momentum di lap awal untuk memperbaiki posisi usai insiden benturan tiga pembalap lain. Ia bahkan berpotensi memperebutkan posisi ke-9 melawan Fabio Quartararo dan Fermin Aldeguer.
Namun memasuki pertengahan balapan, kendala teknis ekstrem mulai menghantam bagian belakang motor Desmosedici miliknya.
“Peluang finis di posisi sembilan sebenarnya ada, tetapi setelah paruh balapan saya mulai kesulitan karena getaran (vibration) yang makin parah,” jelas Bagnaia.
“Lap demi lap situasinya makin memburuk hingga akhirnya saya terpaksa menghentikan motor. Sangat disayangkan, tetapi inilah kenyataannya. Jika kami mampu mengatasi masalah getaran ini, kami baru bisa memahami problem ban belakang yang sebenarnya.”
Hasil minor ini menempatkan Bagnaia pada posisi sulit karena harus mengawali balapan utama hari Minggu dari posisi ke-13. Di sisi lain, Marc Marquez berada dalam posisi menguntungkan untuk mengulang pencapaian manis Bagnaia tahun lalu dengan mengincar kemenangan ganda dari posisi start kedua.