Niat tulus untuk mengulurkan tangan membantu sahabat justru berbuah pil pahit bagi vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. Musisi rock ini baru saja membongkar modus dugaan penipuan licik yang dilakukan oleh seorang wanita bernama Popi Novitasari. Ironisnya, pelaku merupakan sosok yang telah membangun reputasi dan kepercayaan di lingkaran dalam pertemanan Tantri selama bertahun-tahun.
Hubungan mereka bukan sekadar kenalan biasa. Tantri mengaku sudah mengenal pelaku sejak anak pertamanya masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), sekitar lima tahun silam. Mereka dipertemukan di sebuah komunitas orang tua murid dan bahkan sering menghabiskan waktu liburan bersama antar-keluarga.
Modus Jual Iba: Memanfaatkan Empati Teman Dekat
Setelah fondasi kepercayaan terbangun kokoh, pelaku mulai melancarkan siasatnya pada tahun 2024. Popi menawarkan sebuah kerja sama investasi dengan alasan demi mendongkrak performa kariernya sebagai tenaga penjual (sales) di sebuah perusahaan.
Tak hanya itu, pelaku dengan lihai memanfaatkan latar belakang pribadinya sebagai single mother (ibu tunggal) untuk memicu rasa iba dan empati dari Tantri serta teman-temannya.
Siasat ‘Gali Lubang Tutup Lubang’ Psikologis
Tantri mengakui bahwa pelaku adalah sosok yang sangat piawai dalam memanipulasi kondisi psikologis korbannya. Pada tahun pertama, perputaran uang investasi tersebut berjalan sangat lancar tanpa ada kecurigaan sedikit pun.
Jebakan Batman mulai terasa saat pelaku menggunakan trik perputaran modal cepat. Setiap kali Tantri menerima pencairan dana atau keuntungan, pelaku tidak membiarkan uang tersebut mengendap lama di rekening korban.
Pelaku langsung menyodorkan kontrak baru dengan iming-iming keuntungan jangka pendek yang lebih cepat cair. Pola ini membuat uang Tantri terus-menerus berputar dan tertahan di tangan pelaku tanpa disadari.
“Ternyata aku baru ngeh, setiap kali aku dapat pencairan tuh dia selalu nawarin kontrak baru. Jadi begitu cair langsung aku masukin lagi. Di situ aku mulai bingung sama cash flow, kok aneh ya, duit gue kok segini-gini aja, bahkan malah hilang-hilangan terus,” pungkas Tantri.
Klimaks: Pelaku Buron Bawa Anak-Anak
Puncak dari sandiwara ini terjadi pada 19 Juni 2026. Tepat setelah Tantri mengirimkan transfer dana terakhirnya, Popi Novitasari langsung memutus semua kontak dan menghilang bak ditelan bumi.
Saat ini, pelaku yang diketahui kabur bersama kedua anaknya tengah menjadi buronan dan masuk dalam proses pencarian. Tidak tinggal diam, Tantri bersama suaminya, Arda Hatna, serta puluhan korban lainnya di komunitas tersebut kini tengah mengumpulkan bukti kuat untuk menyeret kasus penipuan yang diduga menembus angka Rp10 miliar ini ke jalur hukum.