JATENG – Seorang pria paruh baya berpostur tinggi nekat kabur meninggalkan sepeda motor Honda Beat beserta KTP dan SIM setelah gagal membongkar kotak infak di Masjid Darussalam. Aksinya yang gagal membuat warga setempat geger.
Ketua Takmir Masjid Darussalam, Susanto (46), pria tersebut pertama kali dipergoki oleh marbot (penjaga masjid) saat lampu serambi selatan masjid mati.
“Awalnya marbot datang dan melihat lampu mati. Lalu, dia mendengar suara berisik dari dalam masjid,” ujar Susanto
Marbot kemudian menemukan pria tersebut sedang berusaha membongkar kotak infak. “Lalu ditanya, ‘ngopo kowe’, sedang apa. Jawabannya tidak jelas. Dia turun ke teras dan sempat menunjukkan SIM yang sudah patah,” lanjut Susanto.
Saat diminta menunjukkan KTP, pria itu malah kabur dengan berlari, meninggalkan sepeda motor, KTP, dan SIM di masjid.
“Tahu-tahu dia pergi, motor juga ditinggal. Cirinya orangnya tinggi, paruh baya. Gembok kotak infak sudah dirusak, mungkin karena sulit dibuka,” jelas Susanto.
Pria tersebut diduga beraksi sendirian, dan sempat dicari di sekitar semak-semak lokasi, namun tidak ditemukan.
Tanggapan Polisi Atas Upaya Pencurian
Kanit Binmas Polsek Tulung, Ipda Dunung Setiyawan, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku sempat dikejar warga namun berhasil melarikan diri ke arah barat. “Pelaku meninggalkan sepeda motor Beat, KTP, dan SIM. Dia belum sempat mengambil uang dari kotak infak, hanya merusak gembok,” kata Dunung.
Dunung menambahkan, pelaku diduga beraksi sendirian dan saat ini masih dalam penyelidikan. Barang bukti, termasuk sepeda motor hitam yang ditinggalkan, telah diamankan di Polsek. Uniknya, pelat nomor belakang motor tersebut sudah dilepas dan ditemukan di dalam jok.
Kotak Infak Selamat
Meski kotak infak berhasil diselamatkan, kejadian ini membuat warga sekitar meningkatkan kewaspadaan. Susanto mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan keamanan tempat ibadah, terutama di malam hari.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Sementara itu, polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku. Warga yang memiliki informasi terkait kejadian ini diminta melapor ke pihak berwajib.