BURIRAM – Setelah tampil mengesankan pada tes MotoGP Sepang, performa Fabio Quartararo dan Yamaha justru menurun pada tes MotoGP Thailand yang digelar di Buriram, tepatnya di Chang International Circuit.
Pada hari pertama tes di Thailand, Quartararo hanya mampu mencatatkan waktu 1 menit 30,233 detik, yang menempatkannya pada posisi ke-13. Ini jauh berbeda dengan hasilnya di Sepang, di mana ia tampil konsisten di papan atas.
Juara dunia MotoGP 2021 ini mengungkapkan bahwa masalah utama yang ia hadapi adalah grip ban depan Yamaha YZR-M1. “Hari ini adalah hari aneh bagi kami. Pertama kali dalam karierku aku tak senang dengan ban depan,” ungkap Quartararo seperti dilansir GridOto.com dari Paddock-GP. “Aku harus bertarung untuk bisa cepat. Kami akan lihat apakah hari kedua treknya bisa lebih baik dan aku bisa melaju sesuai keinginanku,” tambahnya.
Menurut Quartararo, kurangnya grip pada ban depan membuatnya tidak percaya diri saat memasuki tikungan, berbeda dengan di Sepang di mana ia lebih nyaman dan bisa menunggangi motor dengan lebih cepat. “Aku tak merasakan feeling di ban depan, itulah kenapa aku kesulitan sepanjang hari ini,” ujar Quartararo setelah tes selesai.
Meskipun begitu, pembalap asal Prancis ini memberikan apresiasi atas beberapa perkembangan yang terjadi pada YZR-M1 di sektor lain. “Kami memperbaiki performa di lurusan dan membuat langkah maju. Performa motornya bagus,” kata Quartararo.
Senada dengan itu, Direktur Teknis Yamaha, Massimo Bartolini, mengakui adanya kesulitan yang dihadapi timnya, terutama terkait karakteristik sirkuit Chang International yang memang kurang bersahabat dengan YZR-M1. “Hari pertama tes sulit buat kami, bisa kalian lihat dari hasilnya. Namun kami mencoba banyak part baru,” ujar Bartolini.
“Kami sudah menduga bahwa trek ini akan sulit untuk kami, karena motor kami sangat bergantung pada grip. Itu adalah masalah yang sedang kami coba atasi,” jelas pria yang akrab disapa Max ini.
Bartolini juga menambahkan bahwa performa bagus di Sepang sebagian besar berkat keuntungan Yamaha yang mendapat tiga hari lebih banyak untuk melakukan tes dibandingkan tim lainnya. “Kami juga kesulitan membuat bannya bekerja, tapi itu adalah masalah yang dihadapi semua tim. Kami masih menganalisis hasil hari pertama. Secara keseluruhan, hasilnya tidak terlalu buruk, namun jelas kami bisa lebih baik,” tegas Bartolini.