JAKARTA, 16 JUNI 2026 – Program Jelajah Desa Nusantara (JDN) secara resmi diluncurkan melalui kegiatan Opening & Flag-Off Ceremony yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2026 di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (KemendesPDT), Jakarta.
Acara pembukaan ini dibuka oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan desa di Indonesia.
Dalam sambutannya, beliau mengajak peserta Jelajah Desa Nusantara untuk menjadi duta-duta desa Indonesia dengan mempromosikan potensi desa, produk lokal, serta kisah inspiratif masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi dan media sosial.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang mengenal dan peduli terhadap desa, semakin besar peluang terciptanya kolaborasi untuk memajukan desa dan memperkuat Indonesia.

Beliau juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadi Sahabat Desa dan bersama-sama membangun masa depan Indonesia dari desa.
“Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia,” tegasnya.
Jelajah Desa Nusantara merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh Masaloka, sebuah creative movement di bawah naungan Yayasan Makmur Agro Satwa yang dipimpin oleh Ibu Anne Sri Arti selaku Ketua Yayasan.
Program ini hadir sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mempromosikan, serta mengembangkan berbagai potensi desa di Indonesia melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.
Indonesia memiliki lebih dari 75.000 desa yang menyimpan kekayaan sumber daya alam, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga inovasi masyarakat yang luar biasa.
Namun demikian, masih banyak potensi desa yang belum terpetakan dan terhubung dengan berbagai peluang pengembangan.
Melalui Jelajah Desa Nusantara, diharapkan tercipta ekosistem kolaborasi yang mampu mempercepat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

TIGA PILAR UTAMA PROGRAM JELAJAH DESA NUSANTARA
Untuk memastikan pencapaian output yang terukur dan berdampak luas, Jelajah Desa Nusantara dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan utama:
- Eksplorasi: Melakukan pemetaan komprehensif terhadap potensi ekonomi, pariwisata, budaya, serta mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi oleh masyarakat desa setempat.
- Kolaborasi: Membangun ruang dialog dan menghubungkan desa dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, BUMN, yayasan, komunitas, akademisi, hingga media untuk menciptakan solusi inovatif yang berbasis pada kebutuhan lokal dan program yang berdampak.
- Aksi Nyata: Mengimplementasikan program kerja nyata di lapangan, mulai dari bantuan sosial, pembangunan infrastruktur hijau, hingga pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Jelajah Desa Nusantara mendapat dukungan dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (KemendesPDT) yang mendukung program ini dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, serta dukungan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai bagian dari upaya bersama mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
TITIK PERTAMA: EKSPLORASI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) BERSAMA KOMUNITAS OVERLAND INDONESIA
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi pertama pelaksanaan Jelajah Desa Nusantara. Pada tahap eksplorasi, JDN berkolaborasi dengan Keluarga Overland Indonesia (KOI), salah satu komunitas overland terbesar di Indonesia.
Kegiatan overland ini akan diikuti oleh lebih dari 20 kendaraan 4×4 beserta peserta yang berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Rombongan akan memulai perjalanan dari Jakarta pada 17 Juni 2026 menuju NTB.
Setibanya di NTB, kegiatan akan dimulai pada 20 Juni 2026, dan melanjutkan rangkaian perjalanan eksplorasi hingga 2 Juli 2026 di berbagai wilayah Sumbawa dan Bima.
Melalui kegiatan ini, para peserta akan melakukan pemetaan potensi desa, kunjungan lapangan, diskusi dan sharing session bersama masyarakat setempat, promosi potensi desa dan UMKM lokal, serta berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang melibatkan pemerintah daerah dan komunitas lokal.

BERBAGAI PROGRAM CSR DAN AKSI LINGKUNGAN
Sebagai bagian dari tahapan aksi nyata, Jelajah Desa Nusantara akan melaksanakan berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan program pemberdayaan masyarakat yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, serta lembaga lokal.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan di NTB antara lain:
• Penanaman mangrove bersama Lembaga Lingkara di kawasan pesisir NTB.
• Penanaman bibit kemiri bersama Taman Nasional Tambora sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan dan konservasi.
• Pembagian sepatu sekolah bagi anak-anak di sekitar kawasan Tambora.
• Aksi bersih pantai bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Bima dan Komunitas Hijau Bima.
• Sharing session, edukasi lingkungan, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mendorong terbentuknya gerakan kolaboratif yang berkelanjutan di tingkat lokal.
KEBERLANJUTAN PROGRAM, KOMITMEN JANGKA PANJANG UNTUK DESA INDONESIA DAN PELUANG KOLABORASI
Nusa Tenggara Barat (NTB) hanyalah awal dari peta jalan panjang Jelajah Desa Nusantara. Setelah merampungkan seluruh agenda di NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) direncanakan akan menjadi target titik kunjungan berikutnya.
Masaloka telah menyusun target jangka panjang yang agresif, di mana program JDN ini akan terus berlanjut dengan menyasar minimal 10 titik kegiatan per tahunnya di berbagai penjuru wilayah kepulauan Indonesia sebagai upaya membangun jaringan kolaborasi nasional yang berfokus pada penguatan desa, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi lokal.
Ibu Anne Sri Arti, Ketua Yayasan Makmur Agro Satwa, menegaskan bahwa kunci utama dari keberhasilan pembangunan perdesaan yang masif adalah sinergi multi-pihak.
Oleh karena itu, Jelajah Desa Nusantara secara terbuka membuka peluang kemitraan dan peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)—baik dari unsur pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga, yayasan, komunitas, akademisi, hingga rekan-rekan media nasional maupun lokal—untuk bersama-sama turun tangan membangun desa, memajukan Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Jelajah Desa Nusantara mengajak seluruh pihak untuk turut serta mewujudkan visi besar bahwa pembangunan Indonesia yang berkelanjutan berawal dari desa yang maju, mandiri, dan berdaya.***