PAPUA PEGUNUNGAN – Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi satu dari tiga jenazah warga sipil korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Proses evakuasi berlangsung pada Jumat (31/7/2026) melalui operasi yang mengutamakan aspek keamanan personel sekaligus nilai-nilai kemanusiaan.
Korban yang berhasil ditemukan diketahui bernama Teina Alya, warga Unaukam. Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema, Teina Alya merupakan salah satu dari tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan oleh kelompok OPM beberapa waktu lalu.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan jenazah di kawasan longsoran Kali Kolof.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan perkembangan pelaksanaan evakuasi jenazah. Satu dari tiga korban warga lokal penembakan OPM telah ditemukan atas nama Teina Alya yang dilaksanakan oleh personel Koops TNI Habema di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat, 31 Juli 2026,” ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.
Menurutnya, sebelum operasi dilakukan, keluarga korban telah meminta bantuan kepada TNI melalui Kodim Yahukimo. Permintaan tersebut disampaikan melalui video pernyataan pada 27 Juli 2026 oleh Bison Male selaku Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale yang mewakili keluarga almarhumah.
Permohonan tersebut diajukan agar jenazah dapat segera ditemukan dan dievakuasi sehingga bisa dimakamkan sesuai adat dan kepercayaan keluarga.
Setelah menerima informasi mengenai lokasi korban, Koops TNI Habema segera menyusun rencana operasi dengan mempertimbangkan kondisi keamanan, karakteristik medan, serta penghormatan terhadap korban dan keluarganya.
Dari hasil pemantauan udara menggunakan drone, jenazah ditemukan berada di dasar longsoran Kali Kolof dengan kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penembakan.
“Berdasarkan pengamatan dari drone, ditemukan lokasi keberadaan jenazah berada di longsoran Kali Kolof dengan kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi penembakan. Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM,” kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Medan berupa jurang curam memaksa personel menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling agar dapat menjangkau lokasi jenazah.
Sebelum tim penyelamat diturunkan, personel terlebih dahulu menguasai titik-titik strategis di sekitar lokasi guna memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan.
Setelah kondisi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema turun menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan diangkat secara bertahap hingga berhasil dibawa ke atas tebing.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju RSUD Dekai untuk menjalani proses penanganan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta kepala suku guna dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga.
Koops TNI Habema menilai keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat yang turut memberikan dukungan selama proses pencarian serta evakuasi berlangsung.
“Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah, masyarakat, aparat keamanan yang terlibat serta mencerminkan komitmen Koops TNI Habema dalam menjalankan setiap tugas secara profesional, terukur, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.
Lebih lanjut, Koops TNI Habema menegaskan bahwa pelaksanaan tugas TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan bantuan kemanusiaan saat menghadapi situasi darurat.
“Kami menegaskan bahwa tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat. Dalam kondisi apa pun, keselamatan masyarakat dan penghormatan terhadap setiap korban tetap menjadi prioritas,” tutur Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.
Di akhir keterangannya, Koops TNI Habema mengimbau seluruh pihak agar menghindari tindakan kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. Penyelesaian berbagai persoalan di Papua diharapkan dapat ditempuh melalui cara-cara damai demi menjaga stabilitas keamanan, kelangsungan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



