YAHUKIMO – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan pernyataan resmi terkait meninggalnya tiga warga sipil akibat aksi penembakan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Trans Distrik Seradala pada 20 Juli 2026 dan disebut dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo.
Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
“Koops TNI Habema menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya tiga warga sipil dalam peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo,” ungkap Wirya.
Menurut Wirya, informasi awal dari lapangan diperkuat dengan siaran pers Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebut kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan.
Korban terdiri atas pasangan suami istri berinisial KK dan istrinya serta seorang perempuan dari Suku Una Ukam yang hingga kini identitasnya masih dalam proses penyelidikan aparat.
Kelompok pelaku menuduh ketiga korban sebagai agen intelijen yang bekerja sama dengan aparat militer.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, tuduhan tersebut tidak benar. Ketiga korban merupakan warga sipil dan tidak memiliki keterlibatan maupun kerja sama dengan TNI,” tegas Wirya.
Wirya menegaskan seluruh tuduhan terhadap ketiga korban tidak memiliki dasar sesuai hasil informasi yang diperoleh di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, aparat melaksanakan penyelidikan, pengejaran, dan penindakan terhadap para pelaku sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.
Langkah tersebut dilakukan agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Koops TNI Habema juga menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan warga.
“Kehadiran aparat keamanan semata-mata bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, bekerja, bersekolah, beribadah, serta memperoleh pelayanan kesehatan dengan baik.”
Masyarakat diminta tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Wirya menambahkan Koops TNI Habema mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan demi mendukung Papua yang aman, damai, dan sejahtera.***