Perjalanan Tim Nasional Inggris menuju laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia pada 18 Juni 2026 dipenuhi liku-liku yang tak masuk akal. Alih-alih fokus berlatih dengan tenang, anak asuh Thomas Tuchel ini justru harus menghadapi rentetan “kesialan” luar biasa di luar lapangan—mulai dari amukan alam, drama birokrasi, hingga aksi kriminalitas.
Meskipun diterjang badai ujian bertubi-tubi selama masa pemusatan latihan di Amerika Serikat, skuad The Three Lions mencoba tetap berkepala dingin demi ambisi membawa pulang trofi emas.
Berikut adalah kronologi 4 kesialan beruntun yang menimpa Harry Kane dan kawan-kawan:
1. Diguncang Gempa Bumi 6,1 Magnitudo di Orlando
Persiapan awal Inggris langsung disambut syok. Kamp latihan mereka di Orlando, Florida, mendadak diguncang gempa bumi tektonik kuat berkekuatan 6,1 Magnitudo yang berpusat di lepas pantai barat Kuba.
Meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan fasilitas internal tim, getaran hebat ini sempat memaksa evakuasi massal di sejumlah bangunan sekitar kamp. Fenomena ini tercatat sebagai salah satu gempa terkuat yang pernah dirasakan di wilayah Florida dalam kurun waktu satu abad terakhir!
2. Terjebak Peringatan Tornado di Kansas City
Pindah kota tidak membuat nasib sial Inggris mereda. Pada malam pertama setibanya di Kansas City, Missouri, cuaca cerah mendadak berubah drastis menjadi badai ekstrem.
Ponsel seluruh pemain dan staf berdering kencang mengirimkan peringatan darurat tornado dari otoritas setempat. Angin kencang berkecepatan 80 mil per jam, petir, dan hujan lebat mengamuk di luar, memaksa seluruh skuad Inggris mengunci diri dan berlindung di dalam ruang aman hotel sepanjang malam.
3. Koki Tim Dicekal di Stasiun Kereta Gara-gara Pisau
Sisi logistik dapur Inggris pun tak luput dari masalah. Koki resmi timnas yang bertanggung jawab menjaga asupan nutrisi para pemain sempat dilarang naik kereta cepat Brightline dalam perjalanan menuju Orlando.
Akar masalahnya sepele namun fatal: tumpukan pisau masak profesional milik sang koki memicu alarm sensor detektor logam stasiun. Sesuai aturan ketat penumpasan terorisme di AS, operator kereta dengan tegas menolak membawa peralatan tajam tersebut karena dikategorikan sebagai senjata berbahaya. Sang koki pun terpaksa memutar otak mencari moda transportasi alternatif demi perut para pemain.
4. Perlengkapan Tim Senilai Rp290 Juta Digondol Maling
Puncak dari segala apes terjadi saat proses pengangkutan barang dari Florida menuju Kansas City. Truk logistik Inggris dibobol maling! Barang-barang penting senilai 18.000 dolar AS (sekitar Rp290 juta) raib digondol pelaku.
Daftar Barang yang Dicuri: Sepatu sepak bola para pemain, bola resmi turnamen dari FIFA, sarung tangan kiper, hingga beberapa jersi eksklusif bertanda tangan pemain.
Beruntung, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) bergerak cepat dan memastikan hilangnya barang-barang tersebut tidak mengganggu perlengkapan utama untuk laga kontra Kroasia. Polisi setempat pun berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengamankan kembali sebagian besar barang bukti.
Kini, setelah berhasil melewati “ospek” alam dan lingkungan yang luar biasa berat di Amerika Serikat, Timnas Inggris berharap seluruh nasib sial mereka telah habis di masa persiapan, dan bersiap mengubah kemalangan tersebut menjadi bahan bakar motivasi untuk menggilas Kroasia di lapangan hijau!