Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengakui adanya perubahan besar dalam pendekatan mentalnya jelang Seri MotoGP Inggris. Meski sukses mencatatkan penampilan dominan di Sirkuit Silverstone pada musim 2025 lalu, kondisi fisik dan dinamika yang dihadapinya saat ini jauh berbeda.
Mantan pimpinan klasemen di awal musim 2026 ini harus berjuang keras memulihkan cedera bahu dan lutut yang didapatnya sebelum jeda musim panas. Situasi tersebut memperpanjang periode sulit sang pembalap Italia pasca-insiden tragis di Grand Prix Hungaria.
Rentetan Hasil Buruk dan Sanksi Larangan Balap
Perjalanan Bezzecchi kian terjal setelah ia terlibat dalam insiden tabrakan karambol yang melibatkan empat pembalap—termasuk Fabio di Giannantonio, Fermin Aldeguer, dan Raul Fernandez—akibat manuver rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, di Balaton Park. Dampaknya, Bezzecchi gagal meraih poin dalam empat seri Grand Prix terakhir.
Nasib sial Bezzecchi berlanjut ketika ia dijatuhi sanksi larangan bertanding di GP Ceko (Brno). Sanksi tegas tersebut diberikan akibat aksinya menampar seorang marshal yang secara tidak sengaja memutar gas motornya pasca-kecelakaan di sesi Sprint.
Rentetan kejadian kelam ini tak pelak menggerus posisinya dalam perburuan gelar juara dunia 2026.
Kondisi Fisik Belum 100 Persen
Berbicara menjelang sesi latihan bebas pada Jumat, Bezzecchi blak-blakan mengenai kondisi kebugarannya pasca-libur musim panas yang tak sesuai harapan.
“Libur musim panas kemarin sangat berat, tidak seperti yang saya harapkan. Kondisi saya belum 100 persen. Bahu saya memang sudah membaik, tapi lutut kiri saya juga mengalami cedera. Kita lihat saja nanti di lintasan,” ungkap Bezzecchi.
Saat ditanya mengenai peluangnya mengulang kejayaan musim lalu di Silverstone, Bezzecchi memilih realistis.
“Jujur saja, saat ini peluangnya tidak terlalu besar. Silverstone sangat spesial dan saya sangat menyukai tata letaknya. Musim lalu saya menjalani akhir pekan yang luar biasa di sini. Namun tahun ini, kami datang dengan mentalitas berbeda karena situasi yang ada. Saya tidak ingin terlalu memikirkan performa, fokus saya hanya naik ke atas motor dan merasakan respons tubuh saya. Jika merasa nyaman, saya akan mencoba menekan. Jawabannya baru akan terlihat besok,” paparnya.
Tantangan Unik Karakteristik Silverstone
Di sisi lain, pengelola MotoGP resmi mengonfirmasi perpanjangan kontrak dua tahun untuk menjadikan Silverstone sebagai tuan rumah GP Inggris hingga 2028. Menanggapi hal tersebut, Bezzecchi membeberkan alasan mengapa trek sepanjang 5,9 kilometer ini selalu menghadirkan kejutan dan pemenang yang bervariasi.
“Kondisi cuaca di sini selalu sulit ditebak dan sangat memengaruhi karakter motor. Selain itu, Silverstone adalah trek yang sangat komplit—memiliki sektor cepat dan mengalir, titik pengereman keras, perubahan arah yang cepat, hingga trek lurus yang panjang. Ada karakter yang cocok untuk setiap pabrikan, sehingga persaingan antartim selalu berimbang di sini,” tutupnya.


