Juara dunia bertahan, Marc Marquez, menegaskan kesiapannya untuk kembali beradaptasi dan mengubah gaya balapnya di paruh kedua musim MotoGP 2026. Langkah ini terpaksa diambil menyusul keterbatasan fisik akibat cedera bahu kanan yang belum sepenuhnya pulih.
Pembalap Ducati tersebut mengalami cedera bahu kanan yang cukup rumit pada Grand Prix Indonesia Oktober lalu, yang kemudian memicu gangguan saraf pada tangannya musim ini. Usai menjalani operasi susulan akibat insiden berbeda di GP Prancis, Marquez tampil luar biasa dengan memenangi tiga balapan hingga berhasil memangkas defisit 102 poin menjadi hanya tersisa 18 poin dari puncak klasemen.
Kendati sukses melakukan comeback fantastis, Marquez mengakui kondisi fisik lengan kanannya masih belum kembali seperti semula jelang Seri GP Inggris di Silverstone.
“Kondisinya memang seperti ini. Lengan kanan saya bekerja dengan cara yang berbeda. Ini bukan lengan kanan saya tahun lalu, bukan pula lengan kanan saya di awal musim; ini adalah lengan yang berbeda,” ungkap Marquez.
Siap Ubah Gaya Balap Demi Performa Maksimal
Pembalap berjuluk The Baby Alien ini membeberkan bahwa proses pemulihan otot di tangannya tidak berjalan merata. Meski begitu, ia memilih untuk tidak meratapi keterbatasan tersebut dan fokus mencari solusi teknis di atas motor.
“Beberapa bagian otot membaik, tapi beberapa lainnya tidak. Saya tidak ingin terlalu memikirkan bagaimana kondisinya, fokus saya adalah menerima realita ini. Dari sana, saya akan mencoba menyesuaikan gaya balap yang tepat agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh kondisi fisik saya saat ini,” tambahnya.
“Gelar Juara Tak Lagi Mengubah Hidup Saya”
Meski masih dibayangi kendala fisik, Marquez tetap difavoritkan banyak pihak untuk menyabet gelar juara dunia MotoGP 2026. Namun, pembalap asal Spanyol itu mengaku sama sekali tidak merasakan tekanan dalam perburuan gelar musim ini.
Marquez menilai tekanan terbesar justru ada di pundak rival-rival mudanya seperti Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Fabio Di Giannantonio yang sedang memburu gelar juara dunia MotoGP pertama mereka.
“Ada lima pembalap dalam rentang 25 poin, dan kami memulai kembali dari nol. Bagi tiga pembalap di grup tersebut, menjadi juara dunia MotoGP akan mengubah hidup masa depan mereka. Namun bagi saya, tambah satu gelar lagi atau tidak, tidak akan mengubah hidup saya,” tegas Marquez.
Ia menyadari bahwa para pembalap muda tersebut akan tampil habis-habisan dan agresif di paruh kedua musim.
“Mereka pasti akan bilang bahwa favoritnya adalah pembalap yang punya gelar terbanyak. Tapi jujur saja, saya tidak merasa tertekan. Ambisi saya tetap sama, saya akan berusaha. Tapi untuk mereka, menjadi juara dunia atau finis ketiga akan membawa dampak yang sangat berbeda bagi karier mereka. Mereka pasti akan menekan sangat keras, dan kami siap melayani pertarungan itu,” pungkasnya.


