Dunia sepak bola terhenyak. Oscar dos Santos Emboaba Júnior, “si penyihir” lini tengah yang pernah menjadi idola di Stamford Bridge dan pilar timnas Brasil, terpaksa menggantung sepatu lebih awal. Sebuah insiden medis yang nyaris merenggut nyawanya menjadi titik akhir yang emosional bagi karier sang bintang.
Sabtu ini menjadi hari yang kelabu bagi pencinta sepak bola dunia. Mantan gelandang Chelsea dan bintang Timnas Brasil, Oscar, resmi mengumumkan pensiun dari lapangan hijau di usia 34 tahun. Keputusan berat ini diambil setelah ia didiagnosis menderita vasovagal syncope menyusul insiden medis mengerikan yang hampir merenggut nyawanya.
Melalui pernyataan emosional di media sosial, Oscar mengungkap fakta mengejutkan tentang apa yang terjadi pada 11 November lalu di fasilitas latihan Sao Paulo. Saat sedang menjalani tes stres rutin di atas sepeda statis, jantung sang maestro tiba-tiba berhenti berdetak.
“Jantung Saya Berhenti Dua Setengah Menit”
Oscar mengenang momen antara hidup dan mati tersebut sebagai sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
“Saya hanya ingat pingsan, tidak ada yang lain. Tekanan darah saya anjlok dan jantung saya berhenti. Mereka melakukan CPR selama lebih dari dua menit. Semua orang bilang saat kamu hampir mati, kamu meninggalkan tubuhmu—dan saya merasakan sensasi itu. Saya seperti berada dalam mimpi yang sangat indah, lalu saya mendengar suara anak saya berkata: ‘Kembalilah, Ayah!'”
Diagnosa medis mengonfirmasi adanya penurunan mendadak pada tekanan darah dan detak jantung yang memutus aliran oksigen ke otak. Kondisi ini memaksa Oscar menghabiskan lima hari di perawatan intensif (ICU).
Kepulangan yang Terhenti Mendadak
Oscar baru saja memulai babak baru dalam hidupnya dengan kembali ke klub masa kecilnya, Sao Paulo, pada Januari 2025 setelah delapan musim gemilang di China bersama Shanghai Port. Meski telah mencetak dua gol dan lima assist dalam 21 penampilan, takdir berkata lain.
Kontraknya yang seharusnya berjalan hingga 2027 terpaksa diakhiri lebih awal demi keselamatannya. Dengan jiwa besar, Oscar bahkan merelakan sebagian hak finansialnya agar bisa pensiun dengan tenang.
“Sangat sulit. Saya merasa masih punya kemampuan dan usia yang cukup untuk bermain lebih lama. Tapi sayangnya, ini terjadi dan kesehatan adalah prioritas,” ungkapnya lirih.
Warisan Sang Maestro: Dari London hingga Shanghai
Perjalanan Oscar adalah sebuah pengembaraan epik. Dimulai dari akademi Sao Paulo, ia melesat ke Eropa dengan mahar £25 juta menuju Chelsea pada 2012. Di London Barat, ia menjadi bagian penting saat The Blues merengkuh dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Europa.
Tak hanya itu, ia mencatatkan 48 caps bersama Timnas Brasil dan mendominasi Liga Super Tiongkok dengan tiga gelar juara. Kini, sang ksatria Samba kembali ke titik nol untuk menutup buku perjalanannya.
“Saya mengakhiri karier di mana semuanya dimulai, di Sao Paulo. Sekarang, saya akan menjalani hidup sebagai seorang penggemar setia,” tutup Oscar.