JAKARTA – Iran merilis gambar dan video yang menunjukkan puing-puing pesawat militer Amerika Serikat di sebuah pangkalan operasi maju di Isfahan, Minggu. Rekaman memperlihatkan dua pesawat angkut C-130 dan satu helikopter MH-6 Little Bird hancur.
Dilansir dari Türkiyetoday, Minggu (5/4/2026) Washington menyebut penghancuran dilakukan sendiri oleh pasukan AS untuk mencegah teknologi jatuh ke tangan Iran, sementara Teheran mengklaim sebagai hasil serangan mereka.
Media Iran, Tasnim dan Fars, menyiarkan rekaman dengan tajuk “Tabas telah terulang,” merujuk pada kegagalan operasi Eagle Claw tahun 1980. Analisis sumber terbuka mengonfirmasi puing-puing itu sesuai dengan pesawat operasi khusus MC-130J “Commando II” dan helikopter MH-6.
Pejabat AS sebelumnya mengakui dua pesawat terjebak di pangkalan terpencil dan sengaja dihancurkan atas perintah komandan. Tiga pesawat pengganti kemudian diterbangkan untuk mengevakuasi seluruh personel.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyindir di media sosial: “Jika Amerika Serikat meraih tiga kemenangan lagi seperti ini, mereka akan benar-benar hancur.” Sementara kantor urusan publik IRGC menuduh Presiden Donald Trump merekayasa keberhasilan penyelamatan untuk menutupi “kekalahan telak.”
Iran mengklaim menembak jatuh pesawat-pesawat AS, termasuk helikopter Black Hawk dan C-130, dalam operasi gabungan militernya. Namun Amerika Serikat menegaskan seluruh personel berhasil keluar dari Iran dengan selamat, sementara kru F-15E yang jatuh kini dirawat di Kuwait.
Sejak 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran dengan lebih dari 12.300 target. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal. F-15E yang ditembak jatuh Jumat lalu menjadi jet tempur AS pertama yang hilang akibat tembakan musuh dalam lebih dari dua dekade.