Dominasi di lintasan ternyata tidak menjamin kebahagiaan bagi Max Verstappen. Pembalap andalan Red Bull ini kembali melontarkan kritik pedas terhadap regulasi Formula 1 saat ini, bahkan secara terang-terangan menyebutnya sudah tidak menyenangkan lagi.
“Ini mengerikan. Jika ada yang menyukai (regulasi) ini, berarti kalian tidak tahu apa itu balapan sebenarnya. Ini sama sekali tidak seru. Ini seperti main Mario Kart, bukan balapan,” tegas Max dengan nada kesal.
Misi Baru di Luar Jet Darat
Di sela-sela GP Jepang, pembalap berusia 28 tahun ini semakin gencar memberikan kode bahwa ia tengah menyiapkan masa depan di luar F1. Fokus utamanya kini beralih pada proyek Verstappen.com Racing GT3, tim yang akan ia bawa berlaga di ajang legendaris Nurburgring 24 Hours.
Bagi Max, hidup tidak akan berakhir meskipun ia harus melepas statusnya sebagai pembalap F1 besok.
“Saya punya banyak proyek lain yang saya kerjakan dengan gairah tinggi. Membangun tim GT3 bukan cuma soal balapan sendiri, tapi membangun sesuatu yang besar. Jadi, jangan merasa kasihan pada saya. Saya akan baik-baik saja,” ujarnya kepada BBC Sport.
Gairah yang Mulai Padam
Berbeda dengan Lewis Hamilton atau Fernando Alonso yang masih membalap hingga usia 40-an, Verstappen sejak lama menegaskan tidak ingin mengikuti jejak tersebut. Baginya, syarat utama untuk tetap berada di kokpit adalah menikmati prosesnya. Sesuatu yang menurutnya hilang di musim ini.
Max mengakui bahwa memaksakan diri memberikan 100% saat hati sudah tidak di sana adalah tindakan yang tidak sehat.
“Orang mungkin mudah bilang, ‘Ah, kamu mengeluh karena mobilmu sekarang sedang tidak bagus saja.’ Mungkin kalian melihatnya begitu, tapi saya melihatnya berbeda. Kesuksesan dimulai dari menikmati apa yang kamu lakukan sebelum bisa berkomitmen sepenuhnya,” tambah sang juara dunia.
Meski kontraknya masih panjang, kejenuhan Max terhadap politik dan teknis regulasi F1 2026/2027 menjadi sinyal kuat bahwa ia bisa saja hengkang lebih cepat dari perkiraan banyak orang. Saat ini, fokus Verstappen terbelah antara mempertahankan gelar dan membangun dinasti balapnya sendiri di kategori GT3.