JAKARTA – Liverpool masih berada dalam tahap pembentukan di bawah Andoni Iraola setelah menelan kekalahan dari Leeds United pada laga penutup tur pramusim di Amerika Serikat.
Hasil tersebut memperlihatkan The Reds belum menemukan performa ideal karena sang pelatih masih menanamkan filosofi permainan sambil menunggu skuad utama kembali usai jeda Piala Dunia.
Selama dua pekan terakhir, Iraola memanfaatkan pramusim untuk mengevaluasi seluruh pemain sekaligus menentukan siapa yang layak masuk rencana tim menghadapi musim baru.
Persiapan Liverpool juga belum berjalan sempurna karena banyak pemain senior bergabung secara bertahap sehingga opsi yang tersedia masih terbatas.
Dua kemenangan pada awal tur sempat menghadirkan optimisme, tetapi kekalahan dari Leeds menegaskan masih banyak aspek yang wajib segera diperbaiki.
Mengutip laporan Liverpool.com, Selasa (4/8/2026) masalah pertama berada di sektor pertahanan yang masih terlihat rapuh dan kerap memberi ruang bagi lawan menciptakan peluang berbahaya.
Situasi itu dipengaruhi belum tersedianya bek tengah senior sepanjang pramusim sehingga organisasi lini belakang belum terbentuk secara maksimal.
Kembalinya Virgil van Dijk serta bergabungnya Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni diharapkan mampu memperkuat pertahanan Liverpool.
Namun, pramusim juga memperlihatkan kedalaman skuad belakang masih menjadi pekerjaan rumah apabila badai cedera kembali menghantam tim.
Iraola dituntut membangun sistem bertahan yang lebih disiplin dengan materi pemain yang tersedia tanpa hanya mengandalkan ketajaman lini depan.
Masalah berikutnya muncul di lini tengah yang dinilai belum memiliki keseimbangan permainan sepanjang pertandingan melawan Leeds.
Duet Dominik Szoboszlai dan Trey Nyoni sempat menunjukkan intensitas serta agresivitas yang sesuai dengan karakter permainan Iraola.
Ketika Ryan Gravenberch dan Curtis Jones masuk, Liverpool kehilangan kendali permainan baik saat menguasai maupun kehilangan bola.
Meski Gravenberch baru kembali setelah Piala Dunia, performanya tetap memunculkan pertanyaan mengenai perannya dalam tim musim ini.
Kehadiran Alexis Mac Allister pekan depan diperkirakan memberi lebih banyak pilihan, tetapi Iraola harus segera menemukan kombinasi terbaik.
Persoalan terakhir adalah situasi bola mati yang kembali menghantui Liverpool setelah dua lemparan ke dalam jarak jauh Leeds berujung gol.
Masalah tersebut mengingatkan kembali kelemahan Liverpool musim lalu ketika terlalu sering kebobolan dari situasi bola mati.
Dominik Szoboszlai mengakui pertahanan Liverpool masih menghadapi tantangan besar dalam mengantisipasi momen-momen seperti itu.
“Kami masih harus meningkatkan kemampuan bertahan dalam situasi seperti itu karena setiap detail bisa menentukan hasil pertandingan.”
Kembalinya Van Dijk dan tambahan pemain baru diyakini membantu, tetapi Liverpool tetap membutuhkan pembenahan taktik agar kesalahan serupa tidak terus berulang.
Jika detail pertahanan bola mati tidak segera dibenahi, Liverpool berisiko kembali kehilangan poin dari situasi yang sebenarnya dapat dihindari.***



