LONDON, UK – Pangeran Harry secara resmi kalah dalam gugatan hukum terhadap pemerintah Inggris mengenai penarikan perlindungan keamanannya. Putusan pengadilan ini memicu kekhawatiran serius atas keselamatan Duke of Sussex dan keluarganya di Amerika Serikat.
Pengadilan Tinggi London menolak permohonan Harry untuk memulihkan proteksi keamanan penuh yang pernah diterimanya sebagai anggota senior kerajaan. Keputusan ini diambil setelah pemerintah Inggris mencabut hak proteksinya menyusul pengunduran diri Harry dari tugas kerajaan pada 2020.
“Klien kami kini berada dalam bahaya nyata tanpa perlindungan memadai dari pemerintah Inggris,” tegas Shaheed Fatima, kuasa hukum Harry, dalam pernyataan resmi. Ancaman ini disebut semakin kritis menyusul berbagai konflik yang melibatkan keluarga kerajaan.
“Ketika keputusan itu diumumkan, saya benar-benar tidak bisa mempercayainya. Di tengah semua ketegangan dan kekacauan yang terjadi, saya pikir setidaknya saya masih bisa bergantung pada keluarga saya untuk menjaga keselamatan saya,”lanjutnya.
Hubungan yang Retak dengan Keluarga Kerajaan
Keputusan Harry dan Meghan untuk mundur dari kerajaan bukanlah tanpa harga. Buku kontroversial Harry, Spare (2023), memperkeruh hubungan dengan keluarganya. Dalam buku itu, ia mengungkap detail pribadi tentang kehidupan di istana, termasuk ketegangan dengan kakaknya, Pangeran William, dan kekhawatiran anggota kerajaan tentang warna kulit anaknya, Archie, sebelum kelahirannya.
Meghan juga pernah berbagi pengalaman kelamnya. Ia mengaku tekanan sebagai anggota kerajaan mendorongnya hingga berpikir untuk bunuh diri. Pernyataan ini menambah panas suasana di antara Harry dan keluarga kerajaan. Meski begitu, Harry tetap menghadiri penobatan ayahnya, Raja Charles III, meskipun hanya duduk di barisan ketiga bersama Pangeran Andrew, yang juga tak lagi menjalankan tugas kerajaan.
Kini, hubungan Harry dengan Raja Charles dikabarkan memburuk. Dalam wawancara terbaru, ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan sang ayah telah terputus. Di tengah perjuangan Raja Charles melawan kanker, Harry mengaku “hancur” karena merasa sulit untuk berdamai dengan keluarganya.
Keinginan Berdamai di Tengah Badai Kritik
Meski menghadapi tantangan berat, Harry menyatakan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga kerajaan.
“Saya sangat ingin berdamai,” katanya, meski ia pesimistis mendapat pengampunan, terutama dari Raja Charles. Namun, keinginan ini menuai kecaman publik. Banyak yang menilai Harry tak konsisten, ingin damai namun tetap menjalani kehidupan bebas di Amerika Serikat.
Isu keamanan menjadi salah satu alasan utama mengapa Harry merasa sulit kembali ke Inggris. Ia khawatir tanpa perlindungan memadai, keluarganya rentan terhadap ancaman. Bahkan, ada kabar bahwa Harry mengancam akan merilis buku baru yang membongkar lebih banyak rahasia kerajaan jika keamanannya terus diabaikan.
Apa Selanjutnya untuk Pangeran Harry?
Kisah Pangeran Harry kini bagaikan drama tanpa akhir. Dari pengasingan diri dari kerajaan hingga ancaman nyawa yang kini membayanginya, perjalanan hidupnya terus menyita perhatian. Publik pun terbelah: ada yang mendukung keberaniannya melawan sistem kerajaan, namun tak sedikit yang mengkritik langkah-langkahnya.
Sementara itu, Harry dan Meghan terus membangun kehidupan baru di Amerika. Dengan dua anak dan sejumlah proyek filantropi, mereka berusaha move on dari masa lalu. Namun, dengan ancaman keamanan dan hubungan keluarga yang kian renggang, akankah Harry menemukan kedamaian yang ia cari?
Tetap ikuti perkembangan cerita ini untuk mengetahui bagaimana drama keluarga kerajaan Inggris berlanjut.