Dilema penataan kota dan nasib wong cilik. Pasca-aksi pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Pemerintah Kota Bandung, kawasan Cicadas kini tampak hampir rata dengan tanah. Di tengah situasi pasca-penertiban ini, sejumlah pedagang memilih untuk membongkar dan merapikan sisa-sisa kios mereka secara mandiri.
Penertiban trotoar ini sempat memicu keberatan dari kelompok masyarakat terdampak. Beberapa warga dan pedagang menyayangkan pembongkaran tersebut lantaran merasa belum mendapatkan informasi yang jelas. Selain itu, mereka mengeluhkan nominal uang kerohiman yang dinilai tidak memadai untuk menyambung hidup setelah kehilangan tempat mencari nafkah.
Di sisi lain, Pemkot Bandung menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil untuk memprioritaskan normalisasi dan penataan sistem drainase (saluran air) kawasan Cicadas yang selama ini tertutup oleh lapak pedagang. Pemerintah daerah juga menyatakan tengah menyiapkan opsi solusi agar para pedagang tetap bisa kembali mencari nafkah secara legal dan tertib.
Simak visual terkini kondisi pasca-pembongkaran, keluhan langsung dari perwakilan pedagang, serta rencana penataan Pemkot Bandung dalam laporan tim liputan Garuda TV!
Bagaimana pendapat Anda mengenai keseimbangan antara penataan kebersihan kota dan perlindungan nasib pedagang kecil? Tulis opini bijak Anda di kolom komentar.
Editor & Uplaoder: BS