BANDUNG – Cedera yang dialami Layvin Kurzawa menjadi pukulan baru bagi Persib Bandung di penghujung musim Super League 2025-2026. Bek asal Prancis itu dipastikan terancam menepi hingga akhir kompetisi setelah mengalami masalah fisik saat menghadapi Persija Jakarta dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberi sinyal kuat bahwa musim Kurzawa kemungkinan telah selesai. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu diprediksi tidak akan tampil lagi dalam dua pertandingan tersisa musim ini.
Kurzawa sebenarnya baru saja menunjukkan grafik performa yang meningkat bersama Maung Bandung. Dalam beberapa laga terakhir, pemain berusia 33 tahun tersebut mulai menemukan ritme permainan terbaiknya setelah sempat mengalami masa sulit sejak bergabung dengan Persib.
Namun momentum kebangkitannya mendadak terhenti saat Persib menghadapi rival abadinya, Persija Jakarta. Kurzawa masuk menggantikan pemain lain pada menit ke-62 untuk memperkuat lini pertahanan sekaligus membantu distribusi bola dari sisi kiri.

Alih-alih menjadi pembeda di lapangan, laga tersebut justru berakhir pahit bagi sang pemain. Baru sekitar 18 menit bermain, Kurzawa terlihat terkapar di lapangan setelah mengalami cedera. Tim medis Persib sempat memberikan penanganan di pinggir lapangan sebelum akhirnya diputuskan bahwa ia tidak dapat melanjutkan pertandingan.
Situasi itu memaksa Bojan Hodak melakukan pergantian pada menit ke-80 dengan memasukkan Dedi Kusnandar menggantikan Kurzawa.
Kondisi tersebut langsung memunculkan kekhawatiran di kubu Persib, terutama karena kompetisi kini memasuki fase akhir yang krusial. Kehilangan pemain berpengalaman seperti Kurzawa dinilai dapat memengaruhi keseimbangan lini belakang tim.
Usai pertandingan, Bojan Hodak mengungkapkan rasa kecewanya atas cedera yang menimpa pemain bernomor punggung tersebut. Menurut pelatih asal Kroasia itu, Kurzawa justru tengah berada dalam tren positif sebelum mengalami cedera.
“Sayangnya dia mulai bermain bagus di beberapa pertandingan terakhir, dia sudah kembali ke performa terbaik,” ujar Bojan Hodak.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Kurzawa sebenarnya mulai mendapatkan kembali kepercayaan diri dan kontribusi penting di skuad Persib. Pengalamannya bermain di level Eropa, termasuk bersama Paris Saint-Germain, sempat diharapkan menjadi pembeda dalam persaingan ketat Super League musim ini.
Cedera Kurzawa juga memperpanjang daftar persoalan yang harus dihadapi Persib menjelang akhir musim. Selain menjaga konsistensi performa tim, Bojan Hodak kini harus memutar otak mencari komposisi terbaik di lini pertahanan tanpa kehadiran pemain senior tersebut.
Absennya Kurzawa membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan. Namun di sisi lain, kehilangan sosok berpengalaman dalam pertandingan-pertandingan penentuan jelas menjadi kerugian besar bagi Maung Bandung.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai tingkat keparahan cedera yang dialami Kurzawa. Meski demikian, sinyal dari Bojan Hodak menguatkan dugaan bahwa sang pemain kemungkinan besar tak akan kembali merumput sebelum musim berakhir.