JAKARTA – Paus Leo memimpin Misa vigil Paskah di Basilika Santo Petrus, Sabtu malam (4/4/2026), seraya menyerukan agar dunia tidak membiarkan diri mati rasa terhadap konflik yang berkecamuk di berbagai belahan dunia. Ia menegaskan perlunya umat manusia bekerja demi perdamaian.
Dilansir dari Reuters, Minggu (5/4/2026), dalam homilinya, paus pertama asal Amerika Serikat itu menekankan, “Jangan biarkan diri kita menjadi lumpuh!” seruan yang disampaikan pada malam paling suci dalam kalender Katolik, ketika Alkitab menyatakan Yesus bangkit dari antara orang mati.
Leo, yang dikenal berhati-hati dalam memilih kata, belakangan semakin vokal mengkritik perang Iran. Ia menilai ketidakpercayaan dan ketakutan telah “memutuskan ikatan di antara kita melalui perang, ketidakadilan, serta isolasi terhadap bangsa dan negara.”
Minggu lalu, ia menegaskan bahwa Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang dengan “tangan penuh darah.” Bahkan, pada Selasa, ia menyampaikan imbauan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mencari “jalan keluar” untuk mengakhiri perang.
Dalam misa tersebut, Paus Leo juga membaptis 10 orang dewasa yang baru masuk Katolik. Ia mengajak umat mengikuti teladan para santo yang berjuang demi keadilan, agar “karunia Paskah berupa kerukunan dan perdamaian dapat tumbuh dan berkembang di mana-mana.”
Rangkaian perayaan Paskah akan ditutup dengan Misa di Lapangan Santo Petrus pada Minggu pagi, di mana Paus Leo dijadwalkan menyampaikan berkat serta pesan khusus yang biasanya berisi seruan internasional penting.