SUMBAR — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 170.000 liter air bersih untuk warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Pemulihan juga dipercepat dengan membersihkan fasilitas publik dan permukiman yang terdampak.
Penanganan dilakukan setelah banjir akibat luapan Sungai Batang Air Dingin pada Sabtu (10/10/2026) merusak bangunan dan mengganggu pasokan air bersih, termasuk akibat kerusakan intake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Guo.
Kementerian PU mengerahkan sejumlah unit teknis untuk menangani dampak bencana tersebut. Upaya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus pemulihan fasilitas publik agar dapat kembali digunakan secara bertahap.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, jajaran kementeriannya telah diarahkan untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak, termasuk mendukung pembersihan kawasan dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Saya telah instruksikan rekan-rekan PU melalui balai terus mendukung pembersihan kawasan terdampak dan memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat dipenuhi,” kata Dody dalam keterangannya.
Salah satu penanganan mendesak dilakukan melalui distribusi air bersih menggunakan armada mobil tangki. Langkah ini diperlukan untuk membantu warga yang terdampak gangguan pasokan air akibat kerusakan infrastruktur penyediaan air minum.
Direktorat Jenderal Cipta Karya mengerahkan lima unit mobil tangki untuk memasok air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Pada Minggu (11/10/2026), volume air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter. Jumlah tersebut meningkat menjadi 35.000 liter pada Senin (12/10/2026), kemudian 50.000 liter pada Selasa (13/10/2026), dan 65.000 liter pada Rabu (14/10/2026).
Dengan demikian, total distribusi selama empat hari mencapai 170.000 liter air bersih.
Pasokan tersebut menjangkau sejumlah kawasan permukiman, antara lain Perumnas Belimbing yang memiliki 220 sambungan rumah (SR), Perum Karya REI sebanyak 35 SR, kawasan Kuranji dan sekitarnya sebanyak 350 SR, serta Perumahan Griya Sawah sebanyak 125 SR.
Selain permukiman, distribusi air bersih juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan fasilitas sosial dan pelayanan, termasuk Kantor Lantamal serta Panti Grahita Bukalam.
Di samping pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PU mempercepat pembersihan fasilitas umum yang terdampak banjir. Direktorat Jenderal Prasarana Strategis telah melakukan survei cepat di 32 titik untuk mengidentifikasi dampak dan menentukan prioritas penanganan.
Pendataan tersebut mencatat empat bangunan masjid, enam mushala, dan satu puskesmas pembantu (Pustu) terdampak banjir. Sementara itu, lima puskesmas utama dan rumah sakit di sekitar wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi aman dan tetap beroperasi normal.
Pembersihan diprioritaskan pada tempat ibadah dan fasilitas kesehatan dasar agar masyarakat dapat kembali memanfaatkannya. Sejumlah lokasi yang telah selesai dibersihkan meliputi Masjid Babbusalam, Masjid Taqwa Guo, Masjid Nurul Anhar, Mushalla Al-Hikmah, Mushalla Ar-Ridwan, Mushalla Jabal Nur, serta Pustu Gurun Laweh.
Penanganan juga menjangkau kawasan permukiman yang terdampak, termasuk Kampung Tanjung, Kampung Guo, dan Perumahan Lumin Park. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menerapkan skema padat karya dengan melibatkan pemuda karang taruna setempat.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Kuswara, mengatakan pemulihan fasilitas publik dan permukiman dilakukan secara bertahap melalui penanganan bersama di lapangan.
“Jadi kami melaksanakan penanganan sarana dan prasarana peribadatan, kesehatan, dan juga pembersihan kawasan permukiman. Alhamdulillah dengan penanganan yang kita lakukan sama-sama ini, beberapa sarana dan prasarana sudah mulai digunakan meskipun secara bertahap,” ujar Kuswara saat meninjau lokasi terdampak di Kota Padang, Kamis (15/10/2026).
Pemulihan secara bertahap tersebut diharapkan dapat mendukung kembalinya aktivitas masyarakat, terutama dalam mengakses fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan lingkungan tempat tinggal.
Kerusakan intake SPAM Guo menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan air bersih setelah banjir. Karena itu, distribusi melalui mobil tangki menjadi langkah penanganan sementara selama infrastruktur penyediaan air minum belum pulih sepenuhnya.
Kementerian PU menyatakan akan melanjutkan dukungan penanganan di lokasi bencana, termasuk menyiagakan personel dan armada tangki air sesuai kebutuhan lapangan.
Penyaluran air bersih dan pembersihan fasilitas publik menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabanjir di Kota Padang. Selain menangani dampak langsung bencana, langkah tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari menunggu pemulihan infrastruktur yang terdampak.