PAPUA TENGAH – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz berhasil mengamankan Jayainus Pogau alias Supi Pogau, komandan utama Batalyon Hetobia Kodap III Nduga di bawah komando Aibon Kogoya. Penangkapan terjadi di kawasan Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (6/11/2025) pagi.
Pelaku, yang dikenal sebagai sosok kejam di kalangan Separatis OPM Papua, diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan mematikan terhadap personel Brimob dua tahun lalu.
Operasi penangkapan ini menandai kemajuan signifikan dalam upaya penegakan keamanan di wilayah Papua yang rawan konflik. Tim gabungan, melibatkan personel Polres Nabire, berhasil menggerebek lokasi tersangka setelah mendapat informasi intelijen akurat.
Jayainus Pogau ditangkap tanpa hambatan, membuka peluang pengungkapan jaringan lebih luas dari Separatis OPM di bawah pimpinan Aibon Kogoya.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat dalam memerangi ancaman keamanan di Tanah Papua. “Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan Aibon Kogoya dan kelompok bersenjata lainnya,” ujar Faizal Ramadhani.
Kronologi Penangkapan dan Modus Operandi Pelaku
Aksi penangkapan dimulai pukul 07.05 WIT, ketika tim Satgas Damai Cartenz melakukan penyelidikan intensif di sekitar Pasar Kalibobo. Berdasarkan laporan, tersangka terdeteksi bergerak di area ramai yang sering dimanfaatkan Separatis OPM untuk logistik dan perpindahan. Setelah verifikasi identitas, penyergapan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Setelah memastikan identitasnya, tim gabungan langsung melakukan penyergapan dan penangkapan tanpa perlawanan,” ujarnya.
Jayainus Pogau bukan nama asing bagi aparat keamanan. Sebagai komandan lapangan, ia diduga memimpin serangan berdarah pada 22 November 2023 di wilayah Intan Jaya. Saat itu, anggota Brimob menjadi sasaran tembak, mengakibatkan Bharatu Anumerta Bonifasius Jawa tewas dan rekannya, Bharatu Rani Seran, mengalami luka tembak serius. Aksi tersebut menjadi salah satu puncak kekerasan Separatis OPM yang sering menargetkan aparat penegak hukum, memperburuk situasi keamanan di Papua Tengah.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menyatakan bahwa penyidikan lanjutan akan fokus pada pemetaan jaringan distribusi senjata serta amunisi yang dipasok ke kelompok bersenjata. “Kami mendalami hubungan pelaku dengan elemen lain di Separatis OPM, termasuk alur logistik senjata ilegal,” tambahnya, meski detail lebih lanjut masih dirahasiakan untuk menjaga integritas operasi.
Penangkapan ini melemahkan struktur komando Separatis OPM di Nduga dan menjadi pukulan telak bagi jaringan Aibon Kogoya, yang dikaitkan dengan serangkaian insiden kekerasan di Papua. Sejak 2023, Separatis OPM telah bertanggung jawab atas puluhan aksi penembakan dan penyanderaan, termasuk terhadap warga sipil dan tenaga kesehatan. Sinergi antara Satgas Damai Cartenz dan Polres setempat diharapkan menurunkan aktivitas terorisme di wilayah rawan seperti Nabire dan Intan Jaya.
Para ahli keamanan menilai keberhasilan operasi ini mencerminkan peningkatan kemampuan intelijen aparat pasca-reformasi strategi penanganan Separatis OPM. Namun, tantangan tetap ada, mengingat medan Papua yang sulit dan dukungan logistik eksternal bagi kelompok bersenjata. Pemerintah mendorong pendekatan holistik, menggabungkan operasi militer dengan program pembangunan ekonomi untuk meredam akar konflik.
Hingga kini, Jayainus Pogau ditahan di Markas Polres Nabire untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini dipantau ketat oleh Mabes Polri, dengan harapan dapat membuka tabir lebih dalam soal pendanaan dan rekrutmen Separatis OPM. Masyarakat Papua diimbau tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan untuk mendukung pemulihan stabilitas.
