PAPUA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz terpaksa terlibat baku tembak sengit dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat berupaya mengevakuasi jenazah korban kekerasan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.
Insiden ini terjadi pada Rabu (24/9/2025) malam, menghambat upaya penyelamatan dan meninggalkan pertanyaan besar soal keamanan warga sipil di wilayah rawan konflik.
Menurut informasi awal, Satgas Damai Cartenz menerima laporan darurat tentang lima warga yang diduga dibantai oleh KKB.
Tim langsung dikerahkan ke lokasi kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi darurat. Namun, rencana itu terhenti di tengah jalan akibat serangan mendadak dari kelompok bersenjata tersebut.
Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan semakin mempersulit operasi, memaksa pasukan keamanan mundur sementara.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, mengonfirmasi adanya peningkatan korban. “Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (25/9/2025). Brigjen Ramadhani menambahkan bahwa situasi di lapangan masih tegang, dengan Satgas belum mampu mencapai TKP sepenuhnya.
“Sampai sekarang kami belum sampai TKP. Kemarin kami sudah coba datang, tetapi ada kontak tembak yang tidak memungkinkan kami melanjutkan perjalanan,” lanjutnya.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang menargetkan warga tak berdosa di Yahukimo, di mana KKB kerap menyerang penduduk sipil dan aparat sebagai bentuk perlawanan terhadap operasi keamanan pemerintah.
Hingga kini, identitas korban – baik yang lima awal maupun tiga tambahan – belum dirinci secara publik, meski dugaan kuat menunjukkan mereka adalah warga biasa yang terperangkap dalam pusaran konflik. Cuaca ekstrem juga menjadi penghalang utama, dengan hujan lebat yang berlangsung hingga pagi hari ini.
Otoritas setempat kini berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk memperkuat posisi di sekitar Seradala, sambil memprioritaskan evakuasi jenazah agar keluarga korban bisa segera melakukan pemakaman.
Masyarakat Yahukimo mendesak peningkatan perlindungan sipil, mengingat akses ke fasilitas kesehatan dan transportasi di daerah terpencil ini sering terganggu oleh ancaman KKB.
Kasus ini menyoroti urgensi penanganan konflik di Papua, di mana operasi Damai Cartenz terus berupaya memulihkan stabilitas.
Pemerintah pusat telah berulang kali menjanjikan pendekatan holistik, termasuk dialog damai dan pembangunan infrastruktur, untuk mengakhiri siklus kekerasan.