JAKARTA – Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu hasil paling mengejutkan pada fase grup setelah Timnas Turki harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-2 dalam pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Kanada.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan awal bagi Turki yang datang ke turnamen dengan ekspektasi tinggi untuk menguasai grup dan melangkah jauh di ajang sepak bola terbesar dunia.
Pelatih Turki, Vincenzo Montella, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya, namun menegaskan bahwa peluang untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka lebar.
“Kami mengucapkan selamat kepada Australia. Inilah sepak bola dan kami harus menerimanya. Saya berharap hasil ini justru menjadi tambahan motivasi bagi tim,” ujar Montella seusai pertandingan.
Menurut pelatih asal Italia tersebut, hal terpenting saat ini adalah menjaga keseimbangan mental dan tidak membiarkan satu hasil buruk merusak kepercayaan diri skuad.
“Saya ingin para pemain tetap objektif dalam menilai diri sendiri karena kami masih berada dalam persaingan untuk lolos,” kata Montella.
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena Turki tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2002, ketika mereka sukses mencatat sejarah dengan finis di peringkat ketiga dunia.
Sebelum turnamen dimulai, banyak pengamat memprediksi Turki mampu menjadi pemuncak grup berkat kualitas skuad yang mereka miliki.
Namun kenyataannya, Australia yang diperkuat banyak pemain muda justru tampil lebih efektif dan berhasil membawa pulang tiga poin penting.
Meski demikian, Montella menolak bereaksi berlebihan terhadap hasil tersebut dan meminta seluruh tim tetap fokus pada dua laga berikutnya.
“Kami masih memiliki waktu untuk memperbaiki keadaan di fase grup. Kami mampu menunjukkan performa yang lebih baik, tetapi kami tidak boleh kehilangan keyakinan hanya karena satu hasil pertandingan,” tegasnya.
Posisi Klasemen Makin Menekan Turki
Situasi Grup semakin sulit bagi Turki setelah Amerika Serikat meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay pada laga pembuka.
Hasil tersebut membuat Amerika Serikat dan Australia sama-sama mengoleksi tiga poin di puncak klasemen sementara.
Sementara itu, Turki dan Paraguay masih belum memperoleh poin sehingga menempati dua posisi terbawah.
Laga Hidup-Mati Menanti
Turki kini menghadapi pertandingan krusial melawan Paraguay pada 19 Juni di Levi’s Stadium, Santa Clara, California.
Kemenangan menjadi target mutlak jika mereka ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Setelah itu, Turki dijadwalkan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada 25 Juni di SoFi Stadium, Los Angeles.
Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu nasib Turki, baik sebagai kesempatan terakhir untuk bertahan maupun sekadar laga pelengkap apabila hasil sebelumnya tidak sesuai harapan.
Peluang Masih Terbuka
Regulasi turnamen yang meloloskan dua tim terbaik grup serta beberapa peringkat ketiga terbaik masih memberikan harapan bagi Turki.
Meski demikian, tekanan kini semakin besar karena setiap pertandingan berikutnya memiliki nilai yang sangat menentukan.
Nasib Turki masih berada di tangan mereka sendiri, tetapi tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan jika ingin menjaga mimpi melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.***