JAKARTA – Tanggal 31 Juli menjadi salah satu hari yang menyimpan berbagai catatan penting dalam sejarah dunia.
Sejumlah peristiwa yang terjadi pada tanggal ini tidak hanya meninggalkan jejak bagi negara tempat peristiwa tersebut berlangsung., tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan kawasan maupun dunia.
Di antara peristiwa yang paling dikenang adalah letusan pertama Gunung Fuji di Jepang dan penandatanganan Persetujuan Manila yang melibatkan Indonesia, Federasi Malaya, serta Filipina.
Gunung Fuji Pertama Kali Meletus
Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian mencapai 3.776 meter di atas permukaan laut.
Selain menjadi ikon wisata dan simbol budaya Negeri Sakura, gunung berapi ini juga memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik.
Berdasarkan catatan sejarah, letusan pertama Gunung Fuji terjadi pada 31 Juli 781 SM.
Peristiwa tersebut menjadi awal dari rangkaian aktivitas vulkanik yang tercatat selama ribuan tahun berikutnya.
Menurut sejumlah catatan sejarah, letusan itu disertai gempa bumi berkekuatan besar yang diperkirakan mencapai magnitudo 8 hingga 9, sehingga menimbulkan kerusakan di wilayah sekitar gunung.
Sejak letusan pertama tersebut, Gunung Fuji telah mengalami belasan kali erupsi dengan tingkat kekuatan yang berbeda-beda.
Salah satu yang paling terkenal adalah Letusan Hoei pada tahun 1707 yang berlangsung selama lebih dari dua minggu.
Abu vulkanik dari letusan itu bahkan mencapai Kota Edo, yang kini dikenal sebagai Tokyo, dan menyebabkan gangguan besar terhadap kehidupan masyarakat saat itu.
Meski hingga kini statusnya masih dikategorikan sebagai gunung api aktif, Gunung Fuji belum kembali meletus sejak tahun 1707.
Kondisi tersebut membuat para ahli vulkanologi terus melakukan pemantauan secara berkala mengingat potensi aktivitas geologinya masih tetap ada.
Di balik ancaman vulkaniknya, Gunung Fuji kini menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di dunia.
Keindahan bentuk kerucut yang simetris menjadikannya simbol Jepang sekaligus Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2013.
Simbol Alam yang Sarat Makna
Bagi masyarakat Jepang, Gunung Fuji bukan sekadar bentang alam, melainkan simbol spiritual, budaya, dan identitas nasional.
Gunung ini kerap menjadi inspirasi dalam berbagai karya seni, sastra, hingga fotografi.
Setiap tahun, jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara datang untuk menikmati panorama maupun mendaki hingga ke puncaknya saat musim pendakian dibuka.
Namun di balik keindahannya, sejarah letusan Gunung Fuji menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan yang harus selalu dihormati.
Persetujuan Manila Disepakati Tiga Negara
Selain peristiwa alam di Jepang, tanggal 31 Juli juga menjadi momen penting dalam sejarah diplomasi Asia Tenggara.
Pada 31 Juli 1963, Indonesia, Federasi Malaya, dan Filipina menandatangani Persetujuan Manila (Manila Accord) di Manila, Filipina.
Persetujuan tersebut terdiri atas Manila Accord, Manila Declaration, dan Joint Statement yang menjadi dasar kerja sama ketiga negara dalam menyikapi berbagai persoalan kawasan.
Penandatanganan kesepakatan itu diprakarsai Presiden Filipina saat itu, Diosdado Macapagal, dan ditandatangani oleh Presiden Indonesia Soekarno, Perdana Menteri Federasi Malaya Tunku Abdul Rahman, serta Presiden Filipina Diosdado Macapagal.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam Persetujuan Manila adalah rencana pembentukan Federasi Malaysia.
Indonesia dan Filipina menginginkan agar masyarakat Sabah dan Sarawak diberikan kesempatan menentukan masa depan politiknya melalui prinsip hak menentukan nasib sendiri sesuai ketentuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kesepakatan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, memperkuat kerja sama ekonomi, sosial, dan keamanan, serta membangun hubungan persaudaraan antartiga negara serumpun di Asia Tenggara.
Persetujuan Manila kemudian menjadi salah satu tonggak lahirnya gagasan kerja sama regional yang dikenal sebagai Maphilindo, meskipun inisiatif itu tidak bertahan lama akibat dinamika politik pada masa tersebut.
Warisan Sejarah yang Masih Dikenang
Meski terjadi dalam konteks yang berbeda, letusan Gunung Fuji dan penandatanganan Persetujuan Manila sama-sama menjadi bagian penting dari sejarah dunia pada tanggal 31 Juli.
Letusan Gunung Fuji mengingatkan manusia akan besarnya kekuatan alam yang dapat mengubah kehidupan dalam sekejap.
Sementara Persetujuan Manila menunjukkan bagaimana dialog dan diplomasi menjadi jalan untuk mencari penyelesaian atas persoalan antarnegara.
Hingga kini, kedua peristiwa tersebut masih dipelajari sebagai bagian dari perjalanan sejarah dunia.
Gunung Fuji tetap berdiri sebagai simbol Jepang yang memesona sekaligus gunung api aktif yang terus diawasi.
Sedangkan Persetujuan Manila dikenang sebagai salah satu upaya awal membangun kerja sama dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara sebelum lahirnya berbagai organisasi regional di masa berikutnya.***



