JAKARTA – Pemerintah resmi menunjuk Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Penunjukan mantan Komandan Jenderal Akademi TNI tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memperkuat aspek keamanan pada lembaga strategis yang bertanggung jawab mencetak uang rupiah dan dokumen negara.
Pergantian pucuk pimpinan Peruri ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Dwina Septiani Wijaya. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara/BP BUMN Nomor 345 Tahun 2026 dan Nomor 346 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Direktur Utama serta Ketua Dewan Pengawas Peruri.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan sistem pengamanan di salah satu objek vital nasional yang memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia.
Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri, Yahdi Lil Ihsan, membenarkan adanya pergantian kepemimpinan tersebut. Menurutnya, keputusan pengangkatan Teguh telah ditetapkan pada pertengahan Juli.
“Setahu saya SK-nya per tanggal 15 Juli 2026. Dan sesuai dengan keterangan dari BP-BUMN per kemarin ya,” ujar Yahdi saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).
Pernyataan Yahdi sekaligus memastikan bahwa proses pergantian direksi telah memiliki dasar hukum yang resmi dan mulai berlaku sejak surat keputusan diterbitkan.
Pergantian Sudah Dirancang Sejak Lama
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan pergantian Direktur Utama Peruri bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Menurutnya, proses tersebut telah dipersiapkan sejak lama sebelum akhirnya diumumkan kepada publik.
Meski demikian, Dony tidak menjelaskan secara rinci tahapan maupun pertimbangan internal yang melatarbelakangi pergantian pimpinan perusahaan tersebut.
“Eh saya rasa kalau udah diumumkan iya mungkin ya, karena tadi saya kan di dalam. Tetapi keputusannya sudah ada,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7) malam.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan pergantian telah final dan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah melalui Danantara selaku pengelola BUMN terkait.
Latar Belakang Militer Dinilai Sesuai Kebutuhan Peruri
Salah satu alasan utama dipilihnya Teguh Arief Indratmoko adalah pengalaman panjangnya di dunia militer, khususnya dalam bidang kepemimpinan dan pengamanan. Pemerintah menilai Peruri membutuhkan figur dengan kemampuan tersebut mengingat perusahaan memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak uang rupiah.
Dony menegaskan bahwa penempatan direksi di setiap BUMN selalu disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata berdasarkan latar belakang profesi.
“Oh kan tergantung kebutuhan kan kita. Jadi, semua penempatan direksi itu tergantung kebutuhan kita. Kita butuh apa. Peruri ini kan sebetulnya perusahaan untuk yang dijaga keamanan, security, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menurutnya, aspek keamanan menjadi prioritas utama karena Peruri mengelola proses produksi uang negara yang memerlukan standar pengamanan tinggi, mulai dari distribusi bahan baku hingga proses pencetakan.
Peruri Bukan Sekadar Perusahaan Komersial
Pemerintah juga menekankan bahwa Peruri memiliki karakter yang berbeda dibandingkan BUMN pada umumnya. Fungsi utamanya tidak semata mengejar keuntungan bisnis, tetapi menjalankan mandat negara dalam menjaga stabilitas sistem keuangan melalui pencetakan uang dan dokumen berpengaman.
Karena itu, penguatan kepemimpinan dinilai harus sejalan dengan fungsi strategis perusahaan sebagai instrumen pemerintah.
“Kita butuh ya, jadi ini kan bukan perusahaan sebetulnya. Peruri ini lebih kepada alat pemerintah untuk mengontrol tadi kan, karena ini bukan perusahaan komersial kan, sebetulnya,” tutur Dony.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa orientasi pengelolaan Peruri lebih menitikberatkan pada kepentingan negara, khususnya dalam menjaga integritas mata uang nasional serta keamanan dokumen-dokumen penting.
Sosok Teguh Arief
Teguh Arief Indratmoko merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat dengan pengalaman panjang di bidang kepemimpinan militer. Sebelum dipercaya memimpin Peruri, ia menjabat sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI.
Rekam jejak tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menempatkannya di Peruri, mengingat perusahaan ini mengelola objek vital yang berkaitan langsung dengan kedaulatan negara.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, pemerintah berharap Peruri mampu memperkuat sistem keamanan, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses pencetakan uang rupiah dan dokumen negara yang menjadi bagian penting dari sistem ekonomi nasional.