JAKARTA β Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menargetkan penambahan lima pos pemadam kebakaran pada tahun 2025. Langkah ini diambil guna mempercepat respons saat terjadi kebakaran di wilayah ibu kota.
βTahun ini kita tambah lima pos dan pada 2026 kami rencanakan tambah enam pos,β kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Bayu menjelaskan, percepatan waktu tanggap menjadi alasan utama di balik pembangunan pos baru tersebut. Dengan lokasi pos yang lebih dekat ke pemukiman dan titik rawan kebakaran, pihaknya berharap pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
βKami berupaya untuk peningkatan pos damkar dan sektor damkar, bagaimana responnya itu bisa dipercepat dan lebih dekat kepada masyarakat,β ujarnya.
Meski demikian, Bayu mengakui terdapat sejumlah kendala, terutama soal ketersediaan lahan. Untuk itu, pihaknya tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memanfaatkan aset yang ada.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mendesak agar Pemprov DKI mempercepat pembangunan pos damkar di seluruh kelurahan. Menurutnya, saat ini Jakarta masih belum memiliki jangkauan layanan yang merata di seluruh wilayah.
βJakarta masih kekurangan pos damkar karena dari 267 kelurahan di Jakarta, baru 170 titik yang beroperasi menjaga wilayahnya dari kebakaran,β ujar William.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov DKI juga tengah mempersiapkan perekrutan 1.000 petugas damkar guna mendukung operasional pos-pos baru. Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Gerakan Masyarakat Punya APAR (Gempar), yang bertujuan mendorong warga di permukiman padat memiliki Alat Pemadam Api Ringan sebagai langkah preventif.