KALBAR – Jalur perlintasan resmi Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menuju Telok Melano, Malaysia, kembali beroperasi. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mengaktifkan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano untuk melayani perlintasan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara.
Reaktivasi tersebut diresmikan dalam Soft Launching Pengoperasian PLB Temajuk–PKS Telok Melano di Kabupaten Sambas, Jumat (21/8/2026).
Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman meresmikan pengoperasian kembali jalur tersebut mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI. Peresmian turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Sambas, dan Pengarah Kastam Diraja Malaysia Datuk Haji Norizan Bin Haji Yahya.
Kegiatan ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti Gedung PLB Temajuk.
“Alhamdulillah, hari ini Jumat tanggal 21 Agustus 2026, Pos Lintas Batas Temajuk di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, sah untuk menyelenggarakan pelayanan lintas antarnegara bagi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ujar Makhruzi.
Pengoperasian kembali jalur Temajuk–Telok Melano merupakan tindak lanjut kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia–Malaysia yang disepakati pada 8 Juni 2023. Reaktivasi ini juga mengacu pada hasil Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kelompok Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sekber KK/JKK Sosek Malindo) Tahun 2026.
Makhruzi mengatakan, pembukaan kembali akses tersebut menjawab aspirasi masyarakat yang selama ini menantikan jalur perlintasan Temajuk–Telok Melano kembali digunakan.
Menurut dia, pengoperasian jalur perbatasan harus melalui proses dan kesepakatan kedua negara karena berkaitan dengan kedaulatan masing-masing.
“Launching dan aktivasi PLB yang kita selenggarakan hari ini merupakan jawaban dari harapan, impian, dan pertanyaan publik selama ini mengenai kapan sempadan Temajuk dan Telok Melano kembali dibuka. Membuka gerbang negara merupakan bagian dari penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara,” kata Makhruzi.
Pembukaan kembali jalur tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas lintas batas. BNPP juga memandang perlintasan Temajuk–Telok Melano dapat mendukung interaksi sosial, budaya, perdagangan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di kedua negara.
“Ini merupakan babak baru untuk membuka kembali interaksi, mobilitas sosial, budaya, dan tradisi warga negara di sempadan kedua negara,” ucapnya.
Pada tahap awal, mekanisme perlintasan dan penggunaan dokumen perjalanan masih mengikuti ketentuan dalam BCA Indonesia–Malaysia Tahun 2023.
Pemerintah selanjutnya berencana meningkatkan pelayanan di kawasan tersebut seiring pengembangan Temajuk menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Pengembangan itu termasuk penyesuaian layanan perjalanan menggunakan paspor sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain fungsi perlintasan, pemerintah juga melihat peluang pengembangan kawasan Temajuk dan Telok Melano. Salah satu potensi yang akan dikembangkan adalah konektivitas pariwisata bahari yang menghubungkan kawasan perbatasan dengan sejumlah daerah lain di Indonesia dan Malaysia.
Di sisi Malaysia, kawasan tersebut dapat terhubung dengan Sematan, Kuching, dan Miri. Sementara dari Indonesia, konektivitas berpotensi dikembangkan menuju Singkawang, Serasan, dan Natuna.
Temajuk juga diproyeksikan berkembang sebagai kawasan ekonomi yang terintegrasi dengan fungsi pelayanan pintu gerbang negara. Pengembangan itu dapat mencakup layanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, serta fungsi lain sesuai kebutuhan dan status kawasan.
Dalam jangka panjang, kawasan tersebut berpeluang dikembangkan melalui skema kawasan ekonomi khusus sektor pariwisata perbatasan maupun model pembangunan strategis lainnya.
Makhruzi meminta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menyiapkan pembangunan kawasan Temajuk secara terpadu.
Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin antara Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak dapat berkembang melalui forum kerja sama kawasan yang lebih luas.
“Kita berharap persahabatan dan kerja sama antarnegara yang telah dihasilkan oleh Sosekda Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, seperti forum kerja sama Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle,” tutur Makhruzi.
Reaktivasi PLB Temajuk–PKS Telok Melano menandai kembali terbukanya jalur resmi yang menghubungkan masyarakat di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Selain mendukung mobilitas warga, pengoperasian kembali jalur tersebut diharapkan membuka peluang penguatan aktivitas ekonomi, perdagangan, serta pengembangan pariwisata di kawasan perbatasan.





