JAKARTA – Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1) malam, meninggalkan kesan mendalam bagi para guru agama Katolik yang hadir dan mengikuti rangkaian acara kebangsaan tersebut.
Dua guru agama Katolik asal Bekasi, yakni Yustina dari SD Marsudirini dan Anas dari SD Santa Lusia, menjadi saksi langsung suasana Natal Nasional 2025 yang sarat pesan persatuan.
Keduanya menilai pidato Presiden Prabowo Subianto pada Natal Nasional 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang merujuk Matius 1:21–24 sebagai seruan kuat untuk memperkokoh toleransi dan kebersamaan bangsa.
“Wah, luar biasa ya ternyata Pak Presiden tuh merangkul seluruh umat Kristen Katolik di Indonesia ternyata beliau, ah keren deh pokoknya,” tutur Yustina.
Bagi Anas, kehadirannya dalam perayaan Natal Nasional bersama Presiden menjadi pengalaman pertama yang sangat membekas di awal masa pengabdiannya sebagai guru.
“Kalau dari saya ya hampir sama ya, karena kan setau saya belum pernah ada yang seperti ini, jadi ini ya pengalaman baru untuk saya saya juga kan baru kebetulan saya baru jadi guru. Ini sangat sangat luar biasa,” ujar Anas.

Yustina dan Anas sepakat bahwa pesan toleransi menjadi benang merah utama dalam perayaan Natal Nasional 2025 yang dihadiri lintas latar belakang umat.
“Kalau dari saya konsepnya merangkul semuanya itu jadi nah jadi saya juga berharap dari pidato bapak Prabowo mengajak kita, mengetuk hati kita masing-masing ayoloh kita kuatin toleransi supaya kita bisa mencapai tujuan yang dituju tadi,” ujar Ibu Anas.
Yustina menegaskan bahwa toleransi antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan Indonesia yang majemuk.
“Kalau menurut saya tentang toleransi antar umar beragama kita kan majemuk beragam kita kan bangsa yang besar maka kita harus mewujudkan kesatuan dan persatuan dari Sabang sampai Merauke,” kata Yustina.
Keduanya turut menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto mampu membawa Indonesia semakin maju dan tetap menjadi pemimpin pemersatu bangsa.
“Harapan saya kepada beliau tetap Pak Presiden menjadi yang terhebat untuk negeri ini dan kedepannya lebih maju lagi lebih oke lagi,” kata Yustina.
“Semoga Pak Presiden sehat selalu dilindungi oleh Tuhan jadi kita punya pemimpin untuk menjadi tameng dan kekuatan untuk kita,” kata Anas.***