Waketum PSI, Ronald A. Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, akhirnya angkat suara terkait insiden pemukulan yang menimpanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Ronald dengan tegas menepis tuduhan pelaku yang menyebut dirinya melakukan kekerasan fisik terlebih dahulu dan melontarkan kata-kata rasis.
“Tidak ada pernyataan rasis dan tidak ada pemukulan duluan dari saya. Kalau saya pukul duluan, silakan proses hukum!” tegas Ronald melalui pesan singkat, Selasa (5/5/2026).
Ronald menilai tuduhan rasisme yang dilempar pelaku sangat tidak masuk akal. Pasalnya, orang terdekatnya di lokasi kejadian memiliki latar belakang suku yang sama dengan para pelaku.
“Pernyataan rasis tidak mungkin ada. Sopir saya ada di lokasi dan dia berasal dari suku yang sama dengan mereka,” tambahnya, menekankan bahwa tudingan tersebut hanyalah alibi pelaku.
Awal Mula Keributan: Polemik Gaji Rp9 Miliar
Insiden ini pecah saat Ronald tengah mendampingi karyawan PT SKS melakukan audiensi ke kantor firma hukum MPP. Kedatangannya bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban atas gaji yang nunggak dan uang perusahaan sebesar Rp9 miliar yang diduga tertahan di sana.
Ronald menceritakan, percekcokan bermula ketika tiga pria tak dikenal datang dan mengaku sebagai pengamanan kantor. Mereka memaksa massa aksi untuk segera mengosongkan lantai 4 gedung. Meski sempat dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng, para pria tersebut diduga sengaja naik kembali 15 menit kemudian untuk membuat onar.
“Terjadilah pemukulan seperti di video. Perselisihan itu cuma terjadi sekitar 10 detik sebelum serangan datang,” ungkap Ronald.
Klaim Pelaku vs Fakta Lapangan
Di sisi lain, sebuah video pengakuan dari salah satu pelaku beredar di media sosial. Pelaku mengklaim nekat memukul karena merasa dimaki dan dipukul di bagian ulu hati oleh Ronald. Namun, Ronald menyebut klaim itu bohong, apalagi insiden terjadi di hadapan aparat kepolisian dan Babinsa.
Akibat serangan mendadak tersebut, pelipis mata Ronald mengalami luka robek hingga harus mendapatkan penanganan medis di RSCM. Ia mengaku merasa “meriang dan sakit kepala” usai kejadian.
Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengonfirmasi bahwa Ronald telah resmi melaporkan kejadian ini. Pihak kepolisian pun bergerak cepat meringkus dua pelaku berinisial MRB dan RO.
“Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut,” ujar Braiel. Hingga kini, polisi telah mengantongi hasil visum dan memeriksa dua saksi kunci untuk mendalami motif sebenarnya di balik aksi “barbar” tersebut.