NARA, JEPANG – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menutup hari pertama KTT bilateral Jepang–Korea Selatan di Nara, Jepang, dengan menggelar sesi drum bersama yang mengikuti irama lagu-lagu K-pop populer, termasuk “Dynamite” milik BTS dan “Golden” dari soundtrack KPop Demon Hunters, Rabu (15/1/2026).
Video singkat aksi musikal ini diunggah pada Rabu pagi (15/1/2026) melalui kanal YouTube resmi Kantor Perdana Menteri Jepang. Kedua pemimpin tampil kompak mengenakan jaket olahraga biru seragam bertuliskan nama masing-masing. Mereka duduk berdampingan di belakang perangkat drum, mengikuti beat energik lagu-lagu populer Korea Selatan.
Takaichi, yang dikenal sebagai penggemar berat musik heavy metal sekaligus drummer amatir, memuji kemampuan Lee yang baru pertama kali mencoba memainkan drum. “Presiden belajar bermain drum hanya dalam lima sampai sepuluh menit,” ujar Takaichi dalam video tersebut, dikutip Reuters, Rabu (14/1/2026).
Lee juga membagikan momen itu melalui akun X pribadinya dengan caption bernuansa simbolik. “Meski tempo kami sedikit berbeda, kami berusaha menyelaraskan ritme bersama. Kami akan membangun hubungan berorientasi masa depan dengan satu hati,” tulisnya.
Aksi yang dijuluki “drumstick diplomacy” ini menjadi simbol mencairnya hubungan kedua negara yang selama puluhan tahun dibayangi ketegangan sejarah dan isu politik. Sesi drum tersebut merupakan kejutan dari Takaichi, yang mengingat keinginan lama Lee untuk bermain drum, sebagaimana pernah disinggung saat pertemuan APEC tahun lalu.
Usai penampilan musik, kedua pemimpin melanjutkan agenda dengan kunjungan ke Kuil Horyuji di Nara, kota kelahiran sekaligus daerah pemilihan Takaichi. Kunjungan ini menambah nuansa personal dan hangat dalam pertemuan yang digelar di kota bersejarah tersebut.
Secara substansial, pada Selasa (13/1/2026), Takaichi dan Lee menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama di bidang keamanan dan ekonomi, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Timur, termasuk dinamika dengan China dan ancaman Korea Utara. Keduanya juga sepakat melanjutkan praktik shuttle diplomacy, dengan kunjungan balasan Takaichi ke Seoul yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Momen jam session ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan bagaimana kedekatan personal antar pemimpin dapat menjadi katalisator bagi diplomasi yang lebih erat antara dua kekuatan ekonomi besar di Asia. Video tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial, memadukan budaya pop K-pop dengan diplomasi tingkat tinggi.