JAKARTA – Proses penyidikan kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus berjalan. Kepolisian mencatat telah memeriksa puluhan saksi guna mengungkap penyebab insiden yang menewaskan 16 orang dan melukai 84 lainnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hingga kini penyidik telah mengumpulkan keterangan dari 31 saksi yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut.
“Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang,” kata Budi, Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan, para saksi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelapor, sopir taksi yang terlibat, penjaga palang pintu, warga sekitar lokasi, korban selamat, hingga petugas operasional PT KAI.
“Serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut,” ujar Budi.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 itu kini telah memasuki tahap penyidikan. Polisi juga melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk melakukan analisis teknis secara mendalam.
Sejumlah aspek tengah didalami, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem teknis seperti kelistrikan maupun sinyal di area kejadian. Penelusuran ini diharapkan dapat mengungkap faktor utama penyebab tabrakan maut tersebut.