JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar undangan spesial kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memeriahkan penutupan Muktamar X pada 29 September 2025 mendatang.
Acara ini menjadi momen krusial bagi partai berlambang Ka’bah tersebut dalam menyusun ulang struktur organisasi pasca-pemilu.
Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menyampaikan undangan tersebut usai memimpin doa bersama para kader di Jakarta pada Jumat (26/9). Selain Presiden Prabowo, undangan juga meluas ke tokoh masyarakat, senior partai, pejabat negara, serta pimpinan partai politik mitra kerja. Kehadiran para tokoh ini diharapkan memperkuat solidaritas politik di tengah dinamika nasional.
Muktamar X PPP sendiri dijadwalkan dimulai secara internal pada Sabtu (27/9), dengan tiga agenda utama yang menjadi sorotan. Pertama, penyampaian pertanggungjawaban kinerja partai selama lima tahun terakhir, yang mencakup evaluasi program dan pencapaian elektoral. Kedua, pembahasan rencana kerja PPP untuk periode berikutnya, termasuk strategi adaptasi terhadap isu-isu kontemporer seperti ekonomi digital dan keadilan sosial. Ketiga, pembentukan struktur organisasi baru yang meliputi pemilihan ketua umum, wakil ketua, bendahara, hingga jabatan strategis lainnya.
Dalam keterangannya, Mardiono menekankan esensi dari muktamar ini sebagai fondasi regenerasi internal. “Terakhir adalah membentuk struktur organisasi baru, jadi nanti-nanti di dalam struktur itu akan ada baru dari mulai ketua umum, wakil ketua umum, bendahara umum dan seterusnya. Semuanya itu baru akan dibentuk besok di Muktamar itu, jadi hakikatnya ada 3 hal itu yang harus dilaksanakan,” ujar Mardiono.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan komitmen PPP untuk menyelenggarakan acara secara sederhana, mencerminkan nilai-nilai keislaman dan efisiensi. Doa bersama yang digelar sehari sebelumnya pun berlangsung tanpa kemeriahan berlebih.
“Muktamar besok memang kita selenggarakan dengan cara yang sangat sederhana, kita doa malam ini juga itu sangat sederhana, tidak ada bendera-bendera tidak ada spanduk-spanduk,” tambahnya.
Undangan kepada Presiden Prabowo ini menandai hubungan erat PPP dengan pemerintahan pasca-kemenangan koalisi pada Pemilu 2024. Sebagai partai Islam terbesar di Indonesia, PPP terus berupaya memperkuat posisinya melalui muktamar ini, yang diikuti ribuan kader dari seluruh nusantara. Kehadiran Prabowo di penutupan tidak hanya simbolis, tapi juga potensial membuka dialog lebih luas soal agenda nasional.
Muktamar X PPP diharapkan selesai dalam waktu singkat, dengan pengumuman struktur baru segera menyusul. Pantauan CNNIndonesia Plus, acara ini juga menjadi ajang untuk merespons tantangan politik terkini, termasuk isu reformasi birokrasi dan pemberdayaan umat.