JAKARTA– TNI AL bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta instansi terkait, kembali melanjutkan pembongkaran pagar laut ilegal yang membentang sepanjang 30 km di perairan Tangerang. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pembongkaran yang telah dimulai oleh TNI AL pada Sabtu, 18 Januari 2025.
Pembongkaran ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dan Menteri KKP Bapak Sakti Wahyu Trenggono. Sebanyak 2.593 orang terlibat dalam operasi ini, terdiri dari prajurit TNI AL, nelayan setempat, KKP, Polairud, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Republik Indonesia (KPLP).
TNI AL mengerahkan 753 personel serta sejumlah alat utama sistem senjata (Alutsista), di antaranya satu unit Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Kapa), dua unit LVT Marinir, tiga unit Opleger, tiga unit Sea Rider, enam unit perahu karet dengan motor tempel, sembilan truk pasukan, dua unit kendaraan kawal, satu unit ambulance, serta sejumlah kapal lainnya.
Operasi pembongkaran ini diperkirakan berlangsung beberapa hari, dengan target hari ini sebanyak 5 km pagar laut ilegal berhasil dicabut. TNI AL berkomitmen untuk mempercepat proses ini demi kepentingan masyarakat, terutama nelayan yang terdampak. Kehadiran berbagai pihak terkait diharapkan mempermudah upaya mengatasi kesulitan para nelayan dalam mencari nafkah.
Pembongkaran pagar laut ilegal ini adalah perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang diteruskan melalui Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. TNI AL bertekad untuk menuntaskan pembongkaran ini sesuai dengan arahan Presiden, serta mendukung nelayan dalam menghadapi kesulitan mereka.
Di hadapan awak media, Kasal menegaskan bahwa TNI AL siap bersinergi dengan seluruh aparat maritim dan nelayan untuk mendukung pembongkaran ini. “Ini adalah tugas pokok TNI AL, sesuai dengan UU TNI No. 34 Tahun 2004 tentang pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Beberapa kecamatan di wilayah ini adalah binaan dari Spotmaral. Kami bertekad membantu masyarakat, terutama nelayan, semaksimal mungkin,” ujar Kasal.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Menteri ATR/BPN RI Bapak Nusron Wahid, Menteri Lingkungan Hidup RI Bapak Hanif Faisol Nurofiq, Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah, Kabaharkam Polri Mohammad Fadil Imran, Danpuspom TNI, Pangdam Jaya, dan Pangkotama, serta pejabat utama TNI AL.